Duka Cita
Ia sedang melakukan panggilan video dengan Cita di kantornya, setelah jam kerja usai dan kedua karyawannya telah pulang.
“Ya, nggak dong, Rashi, kan, adeknya Mas Arya. Itu artinya, Rashi juga adekku.”
“Entarlah, kapan-kapan aja kalau aku ke Jakarta lagi.” Memangnya, apa yang harus Arya bicarakan dengan Rashi, bila mereka nanti bertemu. Semuanya pasti terasa canggung, dan sudah tidak seperti dulu lagi. “Oia, jumat malamnya, aku ke Singapur. Sampe jam 10an di Changi.”
Hot Chapters