Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
CEO Galak, Cintai Aku!

CEO Galak, Cintai Aku!

Dua tikus got sialan yang berada di sekitar Senja Abimana dan sangat berpotensi untuk merusak semua rencana dan impiannya untuk memiliki cowok tersebut. “Dasar berengsek!” umpat Embun. Dia menatap pantulan dirinya sendiri di cermin. Wajahnya yang dipenuhi dengan air mata dan matanya yang dipenuhi oleh kebencian serta dendam. Lalu, bibirnya terangkat, menyunggingkan sebuah senyuman. “Jangan dikira saya akan berhenti begitu saja hanya karena kalian berdua lolos dari cengkeraman maut hari ini, Angelica Abimana, Mentari Chrysalis!”
109.5K viewsOngoingAdded to Library 286 Times as es teh berembun
Read
+Library
KEMBALILAH SUAMIKU

KEMBALILAH SUAMIKU

"Menurut Teteh apa ada orang berniat jahat sama ibu?" Teh Salma mengedikkan bahunya tanda tak tahu. "Apa Teteh percaya kalau ibu bunuh diri, apa Teteh yakin?" Kami saling tatap, mungkinkah Teh Salma sepemikiran denganku? "Teteh sangat kenal embu, teteh tahu embu tak mungkin melakukan itu. Embu semangat sekali nunggu Neng wisuda enam bulan lagi."
6.4K viewsCompletedAdded to Library 167 Times as es teh berembun
Read
+Library
My Posessive Boyfriend [Indonesia]

My Posessive Boyfriend [Indonesia]

Pikirannya terlalu random dan kesana-kemari. "Ya aku tuh cuma penasaran aja." Tara berkilah. "Pas malem, suhu udara menurun dan udara jadi dingin. Udara yang dingin nggak bisa nahan uap air, terus uap air pun kembali jadi air. Air itulah yang biasa kita sebut sebagai embun," jelas Juna panjang. "Iiihhh! Bukan itu. Aku tau kamu pinter, tapi tolong kasih jawaban yang gimana kek, jangan pamer kalau IQ mu tinggi mulu." Tara sewot.
107.9K viewsOngoingAdded to Library 236 Times as es teh berembun
Read
+Library
Pelukis Buta Milik Sang CEO

Pelukis Buta Milik Sang CEO

Satu detik Dua detik Tiga detik Embun menahan isak tangisnya mati-matian, tetapi percuma sebab akhirnya dia membiarkan air matanya menganak sungai. “Astaga, lihatlah itik yang buruk rupa ini! Dia benar-benar menangis. Hai ladies, apa aku sudah melakukan hal buruk padanya?” cibirnya pada teman-teman sosialitanya. “Belum …” Terdengar gelak tawa mereka yang memojokkan Embun.
109.6K viewsCompletedAdded to Library 315 Times as es teh berembun
Read
+Library
Dendam Membara Sang Pewaris!

Dendam Membara Sang Pewaris!

respon Aldan sembari membuka ketiga tutup toples. “Kacang almond ini kesukaanku,” sahut Faizal sembari memasukkan cemilan itu ke dalam mulut. Di saat bersamaan, Adelia mengambil salah satu gelas teh di meja dan meminumnya. Sementara Aldan dan Faizal juga meminum teh miliknya dengan ekspresi sangat menikmati. “Teh ini segar, bikin rileks,” ujar Aldan.
8.436.6K viewsOn holdAdded to Library 1.1K Times as es teh berembun
Read
+Library
Luxavar, Negeri di Dasar Samudera

Luxavar, Negeri di Dasar Samudera

Nod menaikkan kedua alisnya. “Bagaimana bisa kalian menggunakan daun teh ini untuk bumbu?” Nod belum mau menerima koreksi yang diucapkan Fibrela. “Lagian aromanya sangat harum. Cobalah. Kami di daratan menyerumputnya langsung dengan air panas.” Fibrela mengikuti ucapan Nod sangsi. Dia menyerumput minuman tadi dan keningnya mengernyit kecewa. “Tapi ini tidak cocok,” desah Fibrela.
105.9K viewsCompletedAdded to Library 199 Times as es teh berembun
Read
+Library
Istri Perawan Disangka Janda

Istri Perawan Disangka Janda

Perkebunan teh menghampar hijau berdampingan perkebunan kopi. Berada di dataran tinggi membuat embun yang seperti membekukan saat pagi. Udara begitu dingin terasa menusuk kulit, menembus daging, dan menyusup hingga ke dalam tulang.
10438.4K viewsCompletedAdded to Library 8.8K Times as es teh berembun
Read
+Library
Setoran Bulanan Untuk Mertua

Setoran Bulanan Untuk Mertua

Tapi sampai sekarang tak kunjung dikembalikan. —--------------- Tok Tok Tok Embun yang sedang mencuci pakaian di kamar mandi, terkejut dengan suara ketukan pintu yang keras dan terus-menerus. Siapa itu? Apakah Bumi? Apa ada barang yang ketinggalan hingga dia balik lagi ke rumah? "Iya sebentar …." Embun gegas mencuci tangannya dari sabun yang menempel. Untuk mengeringkannya, dia tak perlu handuk. Cukup menggosokkannya di daster rumahan yang dipakainya kini.
1018.8K viewsCompletedAdded to Library 563 Times as es teh berembun
Read
+Library
Berebut Pantas

Berebut Pantas

Zen dan karyawannya sampai bermandikan peluh lantaran banyaknya yang memesan es tebu. Konten iseng yang kemarin diunggah oleh Arash, rupanya menarik banyak perhatian. Hanya es tebu, ya … sesederhana itu. Akan tetapi, mereka yang menyaksikan postingan Arash memandang minuman itu sebagai minuman berkelas. Es tebu viral yang dapat like, comment, and share ribuan. Begitulah mereka menyebutnya. “Pak, stok tebunya akan segera habis,” ungkap salah satu karyawan.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 28 Times as es teh berembun
Read
+Library
Pelukan Panas Tukang Kebun

Pelukan Panas Tukang Kebun

tanya Juna, mendadak punya firasat buruk. "Dan perasan kotoran ulat kayu yang dilarutkan dengan air empedu ular hutan," jawab si pak tua dengan wajah tanpa dosa, seolah baru saja menyebutkan resep teh biasa. "Itu bahan dasar rahasia yang paling ampuh untuk membuang racun memar dan mencegah pembusukan di tulang kakimu yang hancur." Huekk!
103.8K viewsCompletedAdded to Library 105 Times as es teh berembun
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status