Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tertawan Gairah CEO Arogan

Tertawan Gairah CEO Arogan

Kimbeley terhenti, "Teh buah?" "Iya, dalam bentuk kemasan seperti, menyeduh teh tapi teh dengan rasa buah, ada juga dengan aroma bunga." "Aku juga penasaran, sayang." "Iya, besok kau harus coba sayang..." "Oh ya, apa sebaiknya pakaian kita jadi satu dalam koper ini, dan dua koper lain untuk barang-barang?" Jack mengangguk dan memindahkan, "Iya, biar aku pindahkan."
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai es teh berembun
Baca
+Pustaka
Orang Ketiga itu adalah Keluarga Suamiku

Orang Ketiga itu adalah Keluarga Suamiku

Tenggorokan yang terasa sulit untuk menelan air liur karena menahan tangis dan sakit tak berdarah ini, perlahan kaki Embun berjalan keluar kamar tanpa sepatah katapun, berjalan menunduk dengan tangan yang membuka pintu juga gorden penutup pintu, dirinya tetap tidak merubah pandangannya. Embun berjalan kearah dapur dan harus melewati banyak orang dengan badan yang membungkuk, tangan yang diluruskan kebawah sebagai tanda santun melewati orang yang akan dilewatinya, akhirnya Embun sampai di pintu belakang rumah Toro dan menuju kerumah samping dimana keluarga dan tetangganya beristirahat disana.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai es teh berembun
Baca
+Pustaka
TERPERANGKAP OLEHMU

TERPERANGKAP OLEHMU

Begitu membuka pintu ruangan lembab itu, bau seperti buah persik yang ranum seketika menyapa hidung. Di dekat westafel, ada bak mandi besar dengan taburan bunga mawar di permukaan air yang beruap. Alea yang memang sudah begitu ingin mandi segera naik ke sana dan berbaring setengah duduk.
746 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai es teh berembun
Baca
+Pustaka
Secangkir Teh Untuk Suamiku

Secangkir Teh Untuk Suamiku

Terlalu lembut. “Aku senang kamu masih pulang ke rumah.” Janu memejamkan mata. Tapi malam itu, tidurnya gelisah. Dia bermimpi tentang teh. Tentang kantong kecil beraroma bunga dan tentang dua pasang mata yang terus menatapnya. Satu penuh kecurigaan, satu lagi penuh kemarahan.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai es teh berembun
Baca
+Pustaka
Di Bawah Jemarinya yang Panas

Di Bawah Jemarinya yang Panas

Aku mendongak tiba-tiba dan bertatap muka dengan matanya yang penuh teka-teki. "Ini gerakan pertama untuk merilekskan otot punggungmu," jelasnya dengan serius. "Cepatlah." Aku terombang-ambing di antara dua emosi yang bertentangan, tetapi pada akhirnya, aku menyerah pada nada bicaranya yang tak kenal kompromi itu. Aku perlahan berenang mendekatinya, merentangkan tanganku, dan dengan hati-hati melingkarkannya di lehernya.
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai es teh berembun
Baca
+Pustaka
Sang Penghancur Langit

Sang Penghancur Langit

kata Arya bicara sendiri. "Mari ... mari masuk anak muda!" ajak ko Rembang. Arya duduk di sebuah batu yang di atur sedemikian rupa di dalam gua itu, dan kini Ki Rembang juga sudah ada di hadapan Arya. "Ini adalah teh bintang langit, teh yang aku ciptakan sendiri dari ramuan dan tanaman obat yang ada di negeri ini!" kata Ki Rembang. Saat Arya hirup aroma teh itu, Arya merasakan jika dia berada di alam yang begitu indah, alam yang memberikan kebahagiaan.
9.466.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai es teh berembun
Tampilkan Ulasan (13)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
k2pro010
ceritanya bagus, cuma kenapa banyak sekali cerita yang gantung, cerita belum selesai sudah ditinggalkan begitu saja tanpa ada kelanjutannya, malah beralih ke jalan cerita yg lain, jadi mudah ditebak pasti ending nya gantung juga ini
Baca Semua Ulasan
Olm, Osa Si Salamander

Olm, Osa Si Salamander

Jangan berlari pada kenyataan yang fana. ~~~~~ Gemerecik air terjatuh dari gumpalan gelap awan pagi ini. Suara atap-atap vila yang basah karena terguyur hujan, terdengar nyaring di telinga. Embun sejuk yang tebal menutupi pemandangan pantai dari dalam jendela, seperti kabut asap di Kalimantan. Bedanya, embun ini atas kehendak Tuhan. Tak ada matahari pagi ini. Gundukan kelabu "kapas terbang" menghalangi eksistensinya pada dunia.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai es teh berembun
Baca
+Pustaka
Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Aroma teh membawa rasa gandum pahit yang samar, membawa sentuhan kehangatan ke udara yang dingin. Dia melirik Draven dan tertawa kecil, "Apakah Anda berencana merencanakan seluruh Utara seperti ini tanpa istirahat?" Draven tidak mendongak, tetapi berkata dengan tenang, "Pernahkah Anda melihat seseorang menabur benih tanpa terlebih dahulu membajak tanah?" Emily mencondongkan tubuh lebih dekat, memiringkan kepalanya untuk memeriksa peta yang ia gambar: "Jadi Anda sedang membajak tanah sekarang?"
9.78.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai es teh berembun
Baca
+Pustaka
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

“Aku hanya ingin dikenang. Bukan sebagai kutukan.” Asap hitam di sekitar Embun perlahan surut. Embun jatuh berlutut, terisak keras. Aruna berlari menghampirinya, memeluknya erat tanpa peduli apa pun lagi. “Maaf… maaf…” Embun menangis di dada Aruna. Sinden itu melangkah mundur. Tubuhnya mulai memudar, seperti lukisan yang terkena air hujan.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai es teh berembun
Baca
+Pustaka
SERIBU WAJAH MANTAN ISTRIKU

SERIBU WAJAH MANTAN ISTRIKU

Biasanya jam segini, Adzriel akan pergi ke teras, duduk-duduk sambil membaca berita lewat ponselnya. Setelah selesai menyeduh teh jahe. Embun berjalan menuju teras, mengecek. Usai memastikan Adzriel ada di teras, wanita muda itu segera mengantar teh. Adzriel duduk sambil membaca berita terkini lewat layar ponsel. Ia menghela napas pelan. Kepalanya kembali berisik soal Embun yang mulai bekerja lusa nanti. Perasaan tidak rela kembali hadir. Ingatan saat Elio mengantar pulang Embun dan mereka sempat bercanda kembali terbayang. “Kak, ini diminum dulu teh jahenya, keburu dingin nanti,” ujar Embun tiba-tiba. Menyentak kembali fokus Adzriel yang sempat hilang.
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai es teh berembun
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status