Lelaki Pilihan Surga
Fajar mengatur napas, menenangkan diri.
“Siang tadi, sebenarnya saya sudah ungkapkan semua. Semua kalimat yang terucap dari saya, itu benar-benar dari hati yang paling dalam, Dik. Dulu, saat kuliah, sebelum bertemu Citra, saya punya banyak teman wanita. Namun, setelah bertemu Citra, semua berubah. Hati ini, sangat terpaut padanya.”
“Kak, pertanyaan saya, adalah untuk saat ini. Apalah arti masa lalu, jika hari ini semua tidak lagi sama?”
Bab Populer