JATUH CINTA PADA ISTRIKU YANG DULU KUHINA GENDUT
Bahkan, terlihat memucat.
“Kalau begitu, saya bersama yang lain pamit untuk pergi. Sekali lagi, kami mohon maaf sudah menganggu waktu Anda di sini dengan obrolan kami. Kami sangat minta maaf untuk semuanya, Pak,” ucapnya lagi, ia tersenyum, tetapi sangat terpaksa.
“Iya! Tolong lebih dijaga lagi percakapan kalian. Bisa membuat fitnah dan membuatku marah kalau sampai mendengarnya lagi,” ucapku dengan datar, tetapi penuh penekanan.