Dok, Please Cukup!
Ketukan di pintu depan menyusul suara klakson tadi, terlalu cepat untuk jam satu siang seperti yang sudah dijanjikan lewat telepon.
Malik bangkit dari kursi plastiknya, melangkah membuka pintu, mendapati sepasang muda berdiri di teras dengan wajah agak canggung.
"Maaf, kami kecepetan. Kebetulan lewat sini pas jalan dari kantor," ucap laki-laki yang lebih tinggi, mengulurkan tangan. "Saya Andra. Ini istri saya, Pipit."