Setitik Nila
“Kamu harus ngerti posisiku di mata keluargamu. Aku sayang kamu, Mas, tapi aku lebih sayang sama mamaku. Please, jangan begini, karena hatiku juga sakit kalau lihat kamu begini terus-terusan.”
“Dengarkan aku dulu, La,” pinta Arif menatap sejenak pada paper bag yang ada di genggaman Nila. Bertanya-tanya, siapa gerangan yang memberi barang tersebut pada Nila? Apakah seorang pria? “Begini, yang punya hubungan itu kita. Yang menikah kita dan yang menjalani ke depannya juga kita. Jadi, ayo kita usahakan semuanya, La.”
“Mas—”
Capítulos Populares