Sehangat Dekapan Janda Muda
Bimo terkikik pelan, tak mempedulikan wajah datar Reina.
Bimo menatap Reina dengan sorot mata nakal yang menjijikkan, seolah melucuti harga diri mantan istrinya. Senyumnya miring, penuh gairah yang terbalut tawa. Pandangannya sengaja turun-naik, mengukur tubuh Reina tanpa malu, sengaja menyentuh punggung tangan mantan istrinya.
“Sampai sekarang kamu masih perawan, kan?” tanya Bimo, tatapannya kembali tertuju pada area terlarang Reina. Tangannya bergerak turun, ingin memegangnya.