Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

Aku ingin itu terulang lagi di tanah hujan, Bogor. Ah, aku jadi rindu Ben dan John. Aku masih menyimpan kenangan dan ide dari mereka di luar dari petunjuk Bee. Tentang filosofi gado-gado dan juga rahim Pertiwi. Mungkin Warda juga mengetahui itu dari Bee. Mereka berdua sengaja membuatku masuk ke kota Hujan.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai filosofi hujan dan rindu
Baca
+Pustaka
Suka Tapi Tak Cinta

Suka Tapi Tak Cinta

* -Jundi. Hujan baru saja reda setelah sholat isya. Semua tanah dan pikiran telah basah malam ini. Basah karena rintik hujan, dan basah karena rindu yang menghujam. Ironisnya, hujan telah mereda, sedangkan rindu tak kunjung merendah.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai filosofi hujan dan rindu
Baca
+Pustaka
Rindu yang Membunuh

Rindu yang Membunuh

Kata Adrian disela ciumannya, yang kini berubah menjadi jilatan di payudara Ayla, masih belum menyentuh pucuknya. “Mmm….” Cengkraman Ayla semakin erat, gejolak yang iya rasakan benar-benar berbeda dari waktu dulu saat masih bersama Adrian, mungkin kali ini karna berbalut rindu yang teramat sangat. “Rasakan ini Ay, dan cobalah buat bilang berhenti, kalau kamu bisa bilang begitu, aku akan benar-benar berhenti.” Katanya sejenak sambil menatap Ayla.
691 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai filosofi hujan dan rindu
Baca
+Pustaka
Cinta yang panjang

Cinta yang panjang

Hujan dan Kamu adalah Rindu Hujan di kota ini terasa semakin dingin saat kau dan aku terlalu jauh untuk melepaskan ingin. Memeluk, mendekap, meyakinkan semuanya masih baik-baik saja. Ini hanya hujan, bukan duka. Biarlah rindu-rindu yang jatuh di dada kita merasakan betapa kita bahagia.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai filosofi hujan dan rindu
Baca
+Pustaka
Kopi Pahit Di Tepi Sudiya

Kopi Pahit Di Tepi Sudiya

Wajah kami terangkat dan mulut kami menganga, bukan, bukan karena kami angkuh, tapi kami sedang mengemis demi hilangnya dahaga. Sesuatu yang sejuk membasahi tenggorokanku. Aku lagi-lagi mengingat siluet tubuh Zidni saat hujan pertama turun di Rumah Jurnalis. Aku merasakan pelupuk mataku basah, entah itu karena air hujan atau air mata. Aku merasa begitu sedih dan patah hati. “Betapa baiknya alam raya…,” gumamku hampir tersedak. Zidni di sebelahku memejamkan matanya.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai filosofi hujan dan rindu
Baca
+Pustaka
Jodoh untuk Aira

Jodoh untuk Aira

Itu konyol bukan? Aku berharap hujan segera turun dan membanjiri relung hati, agar kerontang yang selama ini kurasakan menjadi sedikit segar. Ah, aku pun rindu menghirup udara sejuk dan pelangi setelah hujan menyirami bumi. "Ra, jangan kaku dong, agak lemes dikit. Biar hasilnya guud." Fotografer mengingatkan, ini sudah kesekian kalinya.
3.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai filosofi hujan dan rindu
Baca
+Pustaka
Cinta Sang Preman

Cinta Sang Preman

Sebuah euforia aksara yang diusung saban hari oleh para pujangga Sepertinya mulai menguap, terdistilasi mengembun hendak rebah pada awan jenuh yang menghitam Entah akan turun seperti derai hujan rindu penuh elegi, sarkas merangsek agar binasa atau malah mencumbu peluh sebuah asmara Terpenting adalah Seseorang akan terus memungut makna sebagai sarana pembelajar
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai filosofi hujan dan rindu
Baca
+Pustaka
Istrimu, Bukan Kekasihmu

Istrimu, Bukan Kekasihmu

Aku mengetuk-ngetukan jari telunjukku di dahi seolah berpikir keras. “Ada dua alasan mengapa hujan turun ke bumi..” Aku menjeda kalimatku, memandangnya dengan tatapan sendu. Mengobrol berdua dengannya ketika turun hujan, ugh, hatiku terasa menghangat, hanya kurang secangkir teh saja, maka semuanya akan terasa sempurna. “Yang pertama, Tuhan ingin manusia tahu, bahwa masih ada cara langit dan bumi berinteraksi secara langsung, mengajarkan kita bahwa jarak bukanlah suatu penghalang.”
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai filosofi hujan dan rindu
Baca
+Pustaka
Istri Mungil Dosen Tengil

Istri Mungil Dosen Tengil

Rindu berjalan mendekati hujan, menaikkan tangannya dan merasakan air hujan membasahinya. Rindu Senja dan hujan. Dia menyukai setiap kali hujan turun, rasanya damai ketika mendengar bunyi air mengalir. Banyak perasaan yang ingin dia tuangkan ketika hujan turun. Namun Rindu tidak suka petir.
1025.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 736 kali sebagai filosofi hujan dan rindu
Baca
+Pustaka
In Relationship

In Relationship

Hujan (2) Maidinah Hafidzah Di sini, tepat sejauh mata hanya dapat menatap sendu. Kamu berdiri tanpa mau bersusah payah menoleh untuk temu. Hujan kemarin, sepertinya benar menjadi yang terakhir sebelum melepasmu bersama segudang penuh penatku. Sakit, rasanya tak perlu lagi ada yang dirakit. Memperbaiki sesuatu yang jelas telah lebur, telah hancur bersama segala asa yang terkubur.
87.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 204 kali sebagai filosofi hujan dan rindu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status