Hotel Bekas Pembunuhan
Suara khas dari kera-kera itu sangat berisik sekali, entah apa maksudnya sambil terus mencoba memberi makan robin, walau aku tau Robin bukan ingin makan melainkan terganggu, aku masih berpikir dan memperhatikan kera-kera itu.
Tidak lama salah satu dari kera itu memuntahkan darah sangat kental, bahkan lebih kental dari pada darah pada umumnya, seketika kera yang lainya bersorak seperti ada sebuah pesta, terlihat sangat senang sekali. Suaranya jauh lebih keras, sangat keras.
“Ya Allah aa... kenapa muntah begini, masuk angin?,” ucap Imas sambil mendekat padaku, dengan tatapan yang penuh khawatiran.
Hot Chapters