BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR
Seragam mereka serupa, hanya berbeda pada warnanya saja.
"Ada banyak bandit gunung di sekitar sini. Kali ini kita harus lebih waspada karena kita sedang mengawal tunangan dari putra pemimpin Sopo," perintahnya dengan suara tegas dan jantan.
"Bandit gunung, ya?" Bela tersenyum sinis, seakan meremehkan sosok yang selama ini menjadi momok bagi para musafir yang lewat.
Dengan tatapan tajam dan ekspresi yang berubah serius, ia kembali angkat bicara, "Jika mereka berani menampakkan hidung, aku akan biarkan mereka merasakan betapa dinginnya ujung tombakku!"