Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

Bak anak kecil ia tak henti merengek meminta pulang. Suryo sangat malu dengan kelakuan putrinya. Ia seketika memohon maaf dan mengajak Hanum pamit. Begitu pun juga dengan Anjani. Ia meminta maaf, atas sikap putranya. Keduanya sepakat dengan rencana awal bahwa akhir bulan sebelum bulan Ramadan hajat besar akan digelar. Anjani dan Suryo terlihat sangat bahagia, putra-putri kesayangan akan segera menyempurnakan agamanya.
2.9K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as gombalan bulan
Read
+Library
KELAMBU MERAH JAMBU

KELAMBU MERAH JAMBU

Selain musim hujan, juga musim matoa, alpukat dan cermai. "Jambu airnya juga sudah berbuah lho, Non." terang Mbah Mi dengan penuh semangat, "Buahnya lebaaattt banget je, Non." Terangnya lagi dengan penuh semangat, "Kepingin nggak Non, eh, Non ngidam apa? Nggak rewel kan bayinya? Nggak pengin yang aneh-aneh …?" Dug!
1020.7K viewsCompletedAdded to Library 538 Times as gombalan bulan
Read
+Library
Bayang Pedang Cahaya Bulan

Bayang Pedang Cahaya Bulan

Suasana yang tidak ramah, tetapi juga tidak secara aktif bermusuhan, lebih seperti sebuah komunitas tenang yang tiba-tiba dihadapkan pada sesuatu yang tidak termasuk dalam jadwal harian mereka. Buronan. Darah. Pasukan kekaisaran di luar gerbang. Bukan jenis tamu yang biasa datang ke Sekte Bulan Sabit. Yue Chen menatap dinding batu celah di hadapannya, menatap ukiran-ukiran kecil yang hampir tidak terlihat tanpa cahaya obor, bulan sabit yang berulang dalam berbagai ukuran, memenuhi seluruh permukaannya dengan gambaran bulan dalam berbagai fase, seolah cahaya tidak pernah benar-benar utuh, hanya berganti bentuk dari waktu ke waktu.
10810 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as gombalan bulan
Read
+Library
Aku Melihatmu Saat Melihat Bunga

Aku Melihatmu Saat Melihat Bunga

“Mama ada rencana mau keluar emangnya?” “Iya, belanja bulanan.” Oh ayolah ini masih pertengahan bulan, biasanya Ibuku akan belanja bulanan diakhiri bulan atau awal bulan. “Tanggal satu kemarin kan udah, Ma?” “Ada yang kelupaan Mama beli, jadi kamu mau sekalian Mama antar atau enggak?”
103.7K viewsOngoingAdded to Library 141 Times as gombalan bulan
Read
+Library
Pungguk Merindukan Bulan

Pungguk Merindukan Bulan

Den ting, ting, ting! New Chat@Kama Nismara My Love [Untuk kamu El, jangankan mobil. Kalau kamu minta bulan purnama yang di langit juga aku akan ambilkan, kok. Sudah ya, jangan ada perasaan nggak enak atau apa. Aku ikhlas, kok.] "Ah, Kama!" gumam Seika sambil meneguk besarnya keharuan. "Ya, masa sih aku minta bulan purnama? Nggak lah, nanti kalau nggak bisa turun ke bumi lagi bagaimana?"
105.7K viewsCompletedAdded to Library 148 Times as gombalan bulan
Read
+Library
Gemintang

Gemintang

“Nggak apa-apa, Pak,” “Nggak apa-apa, gimana? Itu wajahmu pucat gitu,” Devina memberi tanda oke dengan jarinya, namun sepertinya rasa sakitnya berbeda dengan sinyal yang diberikannya barusan. “Kamu salah makan?” “Nggak,Pak,” “Kamu nggak punya maag, kan?” Devina menggeleng. “Kamu lagi hari pertama datang bulan?” pertanyaan itu lolos dari bibir Keenan.
105.3K viewsOngoingAdded to Library 157 Times as gombalan bulan
Read
+Library
Bukan Bunga Bakung

Bukan Bunga Bakung

Padahal kehadiran burung robin itu pertanda datangnya musim semi yang menggembirakan orang-orang. “Wah, ini langka lho. Teruskan Di ya, doa ayah buat kamu, juga buat Retno, agar kelak kalian jadi pembela masa depan bumi kita,” ucap ayah Retno terharu, juga penuh harap pada anaknya dan anak sahabatnya itu.**
994 viewsOn holdAdded to Library 19 Times as gombalan bulan
Read
+Library
PELAKOR ITU SAUDARA KEMBARKU

PELAKOR ITU SAUDARA KEMBARKU

Menghitung dengan jari tangannya, sudah berapa hari dia telat datang bulan dari tanggal yang diharuskan. Satu. Dua. Tiga. Lima. Baru lima hari Rembulan telat datang bulan. Apa mungkin sudah ada isinya? “Lima hari?” Ayunda bertanya saat melihat jari yang Rembulan tunjukkan adalah lima. Rembulan kemudian mengangguk ragu.
10.5K viewsCompletedAdded to Library 346 Times as gombalan bulan
Read
+Library
KUBALAS HINAANMU DENGAN UANGKU

KUBALAS HINAANMU DENGAN UANGKU

Dan membiarkannya berlalu. Aku masih sibuk dengan pola dan juga kain di hadapanku. Hawa yang sudah mulai duduk di usia-nya yang menginjak delapan bulan. ******* "Mas, ini aku ada uang. Ni … beli semen biar semuanya cepet selesai. Meskipun tidak banyak, masih cukup untuk membeli semen!"
1020.7K viewsCompletedAdded to Library 435 Times as gombalan bulan
Read
+Library
Pelakor Itu Pembantuku

Pelakor Itu Pembantuku

Kak Bulan segera melompat ke tengah, menendang tubuh perempuan itu, si rambut jagung terjerembab jatuh. “Yah, jatoh? Maaf. Gak sengaja!” ucap kak Bulan seolah menyesali perbuatannya. “Ibu …! Ibu gak apa-apa?” Harum membantu ibunya bangun. *****
10249.2K viewsCompletedAdded to Library 5.2K Times as gombalan bulan
Show Reviews (33)
Read
+Library
Pemanis Aksara
ceritanya mantap Thor. oh iya izin promosi Thor. boleh mampir ke ceritaku, Kubalas Kesombongan Selingkuhanmu Lunas status tamat dan cerita Kain Basahan Basah di Kamar Mandi status on going. Terima kasih.
Helminawati Pandia
Salam sejuk buat semua reader tercinta terima kasih karena telah sudi membaca cerita saya, tolong bantu up dengan sumbangan gem nya, ya. Mohon dukungannya baca cerita saya yang berikutnya juga. 1. Ketika Istriku Minta Talak 2. Benalu di Rumahku Ketika Suamiku Terkena PHK 3. Nafkah Batin Basi
Read All Reviews
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status