Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Wuung, wuung, wuung, wuung. Bulan Sekuntum hanya melompat mundur satu langkah. Kemudian tangan kirinya menyangga telapak tangan kanan yang berdiri tegak mengeras. Penyatuan tenaga dari kedua belah sisi disalurkan melalui ujung jari tengah tangan kanannya. Maka ketika Gaung Cablak menerjang maju, Bulan Sekuntum menyentakkan tangannya lurus ke depan. Dari ujung jari melesat sinar biru lurus menerjang kibasan golok besar yang sulit ditembus pukulan lawan itu. Clappp...! Prrangng...! Jrubb...!
1031.0K viewsOngoingAdded to Library 807 Times as gombalan bulan
Read
+Library
Kesalahan Semalam: Manisnya Suami Triliuner!

Kesalahan Semalam: Manisnya Suami Triliuner!

Karena tidak mengerti, Hanzero bertanya, "Apa maksud dari kedatangan tamu bulanan? Apa saudaramu akan datang?" "....." Ellena melotot, lalu hanya bisa terdiam. Sudut mulutnya berkedut. Setelah melihat Hanzero benar-benar tidak mengerti, dia hanya bisa menjadi kejam dan menjelaskan kepada pria itu dengan kata-kata yang paling lugas, "Itu, maksudnya wanita setiap bulan sekali akan kedatangan tamu bulanan! Kamu tidak mungkin masih tidak mengerti, kan? Aku tidak membawa pembalut untuk datang bulan. Bisakah kamu membantuku mencarikannya? Aku harus buru-buru memakainya..."
9.569.0K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as gombalan bulan
Read
+Library
Misteri Bulan

Misteri Bulan

Ia mendekatkan hidungnya ke Agil, menyentuhnya sedikit. Namun, Agil mundur mengambil jarak. Bulan tersinggung dengan sikap Agil. Rindu yang sedari tadi ditahannya menguap. “Aku tahu aku hantu, tapi kamu jangan begitu dong!” sungut Bulan. “Bukan begitu, di rumahku banyak orang sekarang. Apa kamu mau mereka menganggapku sinting karena melihatku bicara sendiri?” kata Agil lirih.
108.1K viewsCompletedAdded to Library 202 Times as gombalan bulan
Read
+Library
Rembulan yang Terluka

Rembulan yang Terluka

Sekilas, kalung itu hanya satu kesatuan, namun jika dipisah, ada bulan dan bintang. "Itu edisi terbaru Mas. Dan dengan edisi terbatas. Selain itu, kalung ini didesain dengan diameter yang berbeda, jadi hanya bisa disatukan dengan pasangannya saja." Aku tersenyum mendengarnya, ini bagaikan sebuah pertanda bagiku. Bahwa cinta kami akan disatukan seperti liontin ini. Setiap ada bulan, disitulah bintang akan selalu menemaninya. "Bungkus yang ini!" Kuakhiri pembelian ku. Dengan menyelesaikan sejumlah pembayaran yang diminta.
105.7K viewsOngoingAdded to Library 194 Times as gombalan bulan
Read
+Library
Sang Menantu Perkasa

Sang Menantu Perkasa

Saat mendengarkan, Arjuna merasa ada yang janggal. "Tante, dari mana kamu mendapatkan uang untuk membeli begitu banyak barang kemarin?" Kemarin Arjuna juga mendengar penduduk desa mengatakan bahwa barang yang dibawa oleh Bulan kali ini adalah yang terbanyak dalam beberapa tahun terakhir. "Aku ...." Bulan memainkan kedua tangannya. Dia sedikit canggung serta gugup.
9.3431.2K viewsCompletedAdded to Library 11.2K Times as gombalan bulan
Show Reviews (65)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Easy Loundry
ga cocok u pembaca kek aku yg menyanjung, pria dgn 1 wanita, yg g playboy, g apa2 jahat, intimidasi yg penting u 1 wanita, g suka pria yg gonta ganti wanita, celup sana celup sini. jd blm berani baca buku thor yg ini.. mianheee thorrr, nyari buku dgn judul yg laen milik thor aja...
Read All Reviews
Membuang Bulan Demi Batu Biasa

Membuang Bulan Demi Batu Biasa

Emma membentangkan selembar kertas lukis baru, tetapi untuk pertama kalinya tidak tahu harus melukis apa. Gunung, sungai, bunga, manusia .... Semua tema yang familier melintas di pikirannya, lalu menghilang. Dia menatap lama. Kemudian, dengan sangat perlahan dan mantap, di tengah kertas, dia menggambar sebuah bulan purnama. Tepinya jelas, dingin, bersih. Tanpa awan, tanpa bintang, hanya bulan itu. Setelah goresan terakhir, dia meletakkan kuas. Cat belum kering, memantulkan kilau lembap di bawah cahaya bulan.
3.3K viewsCompletedAdded to Library 102 Times as gombalan bulan
Read
+Library
BIANGLALA

BIANGLALA

bentak Luna balik “Hei bodoh, kau tahu nggak sih ini masih jam berapa!?” “Ini sudah waktunya makan siang,” “Makan siang katamu? Haha.” kesal Bryan naik darah “Siapa yang kau tertawakan?”
2.7K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as gombalan bulan
Read
+Library
Janda Kembang

Janda Kembang

Wanita itu bersama dengan wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan seorang pria paruh baya yang rambutnya sudah putih semua. "Bukankah itu Bella?" "Waduh gawat, bakalan ada perang dunia dua nih?" Reyhan mendekat dan ikut mendongak ke atas dan melambaikan tangannya sambil tersenyum manis. "Hai Mam! Hai Pa!" Mereka yang ada di atas ikut melambaikan tangan ke bawah, lalu Bella terlihat membisikkan sesuatu ke telinga wanita di sebelahnya.
106.3K viewsCompletedAdded to Library 145 Times as gombalan bulan
Read
+Library
Dendam Sang Tumbal

Dendam Sang Tumbal

Suara beberapa ekor burung gagak pun terdengar mengitari mereka. Marwoto diminta untuk menggali lubang. Setelah di rasa cukup, Darman akan memasukkan sisa tulang belulang ke dalam lubang sambil membaca mantra. Tiba-tiba, sesuatu tanpa wujud merampas tulang belulang yang sudah terikat. Jantungnya berdegup kencang dan keringat dingin mengalir di dahinya. Ekspresi wajahnya berubah menjadi cemas dan khawatir. Terselip rasa takut meski sudah berulang kali melakukan ritual tumbal, dia merasa dirinya seperti mangsa yang ditargetkan oleh entitas tak terlihat.
102.4K viewsCompletedAdded to Library 89 Times as gombalan bulan
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status