Hajatan Tetangga
Kalaupun aku pengen bakso, paling suami beli yang sudah dibungkus, makannya di rumah.
Aku masih duduk di bangku kayu depan rumah. HP jadul terus kupantengi, mana tahu Pak Abdul telepon balik. Ada motor besar berhenti depan rumah. Seorang pria turun dari motor tersebut. Aku kenal pria itu, dia Pak Lubis, pengacara yang pernah datang ke rumah.
"Selamat pagi, Bu," kata Pak Lubis seraya menyalamiku.