Pembalasan untuk Sepupu Celamitan
Sementang yang punya rumah ini almarhum ayah dari mas Harman, jadi dia sok berkuasa gitu.
“Yang bayarkan tadi, pak RT, enggak tahu berapa,” jawab Mila melanjutkan pembicaraan tadi bersama Wulan.
“Wih, enaklah, di bayari.”
“Ya, udah kalau enak kakak jedotkan itu kepala sampai bocor, nah nanti biar di bayarkan, pak RT, pengobatannya,” timpalku kesal mendengar ucapannya. Orang lagi kena musibah, di bilangnya pula enak.
الفصول الرائجة