Wagiman
Rutinitas itulah yang selalu aku kerjakan dengan Pak Sholeh setiap hari.
Malam hari hujan turum cukup lebat, yang membuat dagangan kami tidak terlalu ramai. Mungkin karena orang-orang malas untuk keluar rumah dan memilih memasak mie instan dari pada harus basah-basahan dijalan.
Aku dan Pak Sholeh mengusir dingin dengan membuat teh hangat dan berbincang-bincang santai, tiba-tiba ada mobil yang berhenti di dekat tenda. Harapan kami itu adalah pembeli, supaya kami pulang membawa uang. Seorang cewek berhijab turun berlari dengan tangan menutup kepalanya kea rah kami, aku bergegas berdiri untuk menyambut cewek itu. Tapi setelah dia mengangkat kepalanya aku cukup terkejut ternyata dia adalah Sari,
Hot Chapters