Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menjadi Pengasuh Anak Presdir yang Kutinggalkan

Menjadi Pengasuh Anak Presdir yang Kutinggalkan

Hingga tiba seorang pelayan yang mendatanginya. Cassel menatap pelayan perempuan itu. "Maaf, apa gadis yang ada di sini sudah pergi sejak tadi?" tanya Cassel. "Oh, tidak Tuan, mungkin sekitar lima belas menit yang lalu," jawab pelayan itu. 'Lima belas menit, saat aku menelfonnya,' batin Cassel. "Baiklah. Terima kasih," ucapnya pada pelayan itu.
9.9141.3K viewsCompletedAdded to Library 4.8K Times as has just left ten minutes ago
Read
+Library
I Love You, Pak! Tapi Aku Takut...

I Love You, Pak! Tapi Aku Takut...

Mendengar jawabannya, Ema mengangguk. "Oke. Saya harus keluar sebentar sekitar 1-2 jam. Nanti kalau ada yang telepon, bisa langsung hubungi saya di ponsel ya. Thank you, Ayu." Jari-jarinya tampak mengetik sesuatu. Ia pun berdiri dan meninggalkan ruangan setelah mengambil tasnya. Tidak sampai 10 menit, ia telah memasuki kafe yang terletak di seberang gedung TJ Corp.
104.9K viewsCompletedAdded to Library 195 Times as has just left ten minutes ago
Read
+Library
Hello, Nanny!

Hello, Nanny!

Dia lantas mengambil alih percakapan. “Mereka sudah lama pergi, Miss?” tanya Kalla kemudian. Miss Farah melempar tatapan ke Miss Abel yang sudah kelihatan gugup. “Ada sekitar 10 menit lalu,” sahut Miss Abel. Asisten guru satu ini tampaknya masih baru. Jadi belum tahu kalau mamanya Kael sudah tidak ada.
1087.9K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as has just left ten minutes ago
Show Reviews (34)
Read
+Library
Eliyen Author
Bab-bab awalnya nendang banget! Komedinya lucu. Ceritanya warming buat heart-heart yang sedang galau sama hidup. Ini novel recommended banget dibaca sebelum kerja, istirahat kerja, pulang kerja, sebelum tidur. Interaksi Reyga-Kael-Kalla bikin senyum-senyum terus. ,,,^^
Yoshi Dwi Ramadani
hai kak beb, br baca cerita ini gegara liat chap terakhir ceritamu di hello, husband. semoga aku bisa nyelesain ini, penasaran Ama cerita Kalla n om Reyga hehe... awal chapter aja udah menarik hati,, semangat berkarya terus kak beb...<3
Read All Reviews
Terjebak Cinta Bos Sadis

Terjebak Cinta Bos Sadis

Aku masih di kantor saat ponselku bergetar. Adrian: Dinner malam ini? Aku menatap layar. Aku: Boleh. Aku sedikit telat. Adrian: Aku tunggu. Aku tersenyum kecil. Saat aku keluar gedung, Arsen berdiri di lobi. Sendiri. Tanpa staf. Tanpa aura CEO. “Kau pulang?” tanyanya. “Iya.” “Kau ada waktu sebentar?” Aku ragu satu detik. “Sepuluh menit.”
101.1K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as has just left ten minutes ago
Read
+Library
Mual! Wajahku Merona Dimanjakan Bos yang Agresif

Mual! Wajahku Merona Dimanjakan Bos yang Agresif

Suara pria itu selalu pelan, bercampur dengan sedikit kejelasan dan keluar dari gagang telepon. Liana kemudian merasakan seolah-olah arus listrik mengalir dari telepon, mengikuti telinganya dan langsung ke dahinya. Pipinya terasa panas, "Kapan kamu berangkat?" "Aku baru saja pergi sepuluh menit yang lalu. Kenapa? Kamu kangen?"
9.6664.6K viewsCompletedAdded to Library 17.3K Times as has just left ten minutes ago
Show Reviews (167)
Read
+Library
Kasmah Rahman
960 chapters harap chapters tidak bertambah, capek nunggu cerita lanjutnya....saya dah baca sampai bab 511, ank Liana belum di temui Yohan sdh bole melihat tapi masih pura² buta di depan Liana, hope happy ending Liana & Yohan hidup bahagia bersama ank mereka
La Luna
dari 960 bab tsb, gelang Liana yg ditemukan Yohan saat perkemahan itu dibahas dan terungkap bhw gelang itu gelang Liana? kan awalnya Liana nggak ngaku itu gelangnya dia dan berniat mencuri gelang tsb yg disimpan Yohan di laci kerjanya.
Read All Reviews
Tamu yang Tak Diundang

Tamu yang Tak Diundang

"Yah kerja?" Aku mengangguk lesu. Kutengok arloji di tangan memastikan waktu yang tersisa untuk kembali ke kantor. Masih tiga puluh menit lagi dan itu masih lama. Namun sepertinya Medina yang ingin cepat pulang. Baru juga beberapa menit berlalu.
1029.1K viewsCompletedAdded to Library 786 Times as has just left ten minutes ago
Read
+Library
Istri Kedua Sang Billionaire

Istri Kedua Sang Billionaire

Justin menarik napasnya, kemudian beranjak dari kursinya. “Lima menit, setelah itu kalian boleh pulang,” ujarnya sambil melirik waktu di jam tangannya dan berlalu keluar dari ruangan itu. Setelah Justin keluar, Clara dan Leta langsung menghempaskan bokong mereka di sofa. Berasa baru keluar dari kandang macan. “Elo, sih ... pake acara bahas cogan segala. Udah tahu orangnya lagi sensian,” ujar Hana pada Clara.
1072.6K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as has just left ten minutes ago
Read
+Library
REUNI

REUNI

"Wina! Lo di mana?!" Suara Giko di ujung sana menggelegar, memekakkan, dan membuatku sontak menjauhkan ponsel dari telinga. Aku mengusap-ngusap telinga yang berdengung. Lanjut melangkah keluar dari lobi dan kembali mendekatkan benda pipih itu ke telinga. "Iya, iya, ini gue lagi otw. Sepuluh menit lagi sampe. Sabar dong!" Aku jadi ikut kesal.
1015.9K viewsCompletedAdded to Library 539 Times as has just left ten minutes ago
Show Reviews (11)
Read
+Library
Yuli F. Riyadi
Halooo, Selamat Datang di Goodnovel. Ini cerita keempatku di sini. Semoga kalian suka membaca kisah Wina-Tama-Giko-Danar. Mereka akan menemani kalian tiap hari hingga tamat. Yuk! ramaikan dan jangan lupa tinggalkan review lima bintang .........
arwa
biasanya aku kurang suka baca cerita yg ceritanya cuma dr sudut pandang satu doang,,,tp ini lain,rasanya harus lanjut baca terus,bagus si,sayang nemu cerita ini baru,,,, habis ini enaknya lanjut cerita yg mana kak??
Read All Reviews
10 Years Ago

10 Years Ago

Dia melihat Andin sudah berjalan jauh. "Tur, Man, jangan bikin rusuh," pesan Dirga. Cowok itu masih memperhatikan Andin hingga batas jarak pandangnya. Meysa melirik benda penunjuk waktu yang melingkar di pergelangannya. Waktu menunjukkan sepuluh menit lagi bel masuk akan berbunyi. Dia menggelengkan kepala seraya memperhatikan seseorang berjalan menujunya.
1015.1K viewsOngoingAdded to Library 512 Times as has just left ten minutes ago
Read
+Library
Halalkan Aku Saat Hilal

Halalkan Aku Saat Hilal

Burhan meraih ponsel dari atas meja, dan menekan tombol hijau dilayar benda pipih itu. "Zafir, kamu sama Mazaya?" [Zafir : Eneng belum sampai Rumah Yah?] "Belum, memangnya sekarang kamu dimana?" [Zafir : Udah di Rumah Yah, jam sepuluh kita udah selesai kok Tenisnya. Eneng pamit langsung pulang, katanya gak mampir kemana - mana.] "Yasudah - yasudah, Assalamu'alaikum"
102.3K viewsOngoingAdded to Library 45 Times as has just left ten minutes ago
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status