Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Takkan Kembali Lagi

Takkan Kembali Lagi

Sudut mulut Reyhan bergerak-gerak seolah-olah sedang tersenyum, tetapi juga seolah-olah sedang meminta maaf. "A ... aku minta maaf .... Aku ingin melindungimu selamanya, tapi nggak kusangka …. Aku malah menyeretmu …." "Ini bukan salahmu …" jawabku dengan mata yang berkaca-kaca. "Akulah yang sudah salah mengambil jalan." "Abella .... Kalau ada kehidupan kedua, jangan pernah menginjakkan kakimu di rumah Keluarga Gredi lagi."
7.1K viewsCompletedAdded to Library 214 Times as hasil renungan
Read
+Library
Penyesalan Setelah Diriku Tiada

Penyesalan Setelah Diriku Tiada

Billy menyalakan lilin di atas kue ulang tahun, kemudian menekan bahu Penny membuatnya berlutut di hadapan makamku. Dan dia berlutut seharian penuh. …. Berlutut dan berpuasa beberapa hari berturut-turut membuat Penny benar-benar terpuruk. Akhirnya, dia sadar bahwa tidak peduli apa pun yang dirinya lakukan, dia tak akan pernah bisa kembali ke masa lalu. Jadi, dia pun beralih ke rencana kedua. Dengan tubuhnya, dia menukar sebotol kecil zat terlarang berbentuk uap dari seseorang yang dia kenal.
8.6K viewsCompletedAdded to Library 241 Times as hasil renungan
Read
+Library
Rindu Tak Berujung

Rindu Tak Berujung

Lihat saja, sebelum mati, seluruh pengalaman hidup seseorang memang akan muncul dalam bentuk tayangan slide di benaknya. Aku sedang berusaha menenteng barang berat ke tempat lain karena Collin dan Clarise hendak berganti pemandangan. “Saskia! Kenapa kamu malah muncul di sini!” Seruan itu membuatku tertegun sejenak. Aku mengangkat kepala, lalu melihat sahabat baikku dan Collin. Dia berdiri di hadapanku, lalu menamparku dengan kuat.
30.0K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as hasil renungan
Read
+Library
Sentuhan Pembalasan

Sentuhan Pembalasan

Entitas itu mulai menarik kembali tangannya, mencoba menutup retakan dimensi tersebut. "Kalian pikir kalian telah menang?" suara itu kini terdengar terdistorsi dan marah. "Kalian hanya menunda pembersihan. Kami akan kembali dengan 'The Erasers'. Tidak akan ada lagi eksperimen. Hanya akan ada kekosongan yang murni."
101.0K viewsOngoingAdded to Library 29 Times as hasil renungan
Read
+Library
Penantian Yang Tak Kunjung Kembali

Penantian Yang Tak Kunjung Kembali

Saat melihat kue di meja, tatapannya sempat menunjukkan penyesalan. “Maaf, aku lupa.” Aku hanya merasa konyol, padahal pesan pengingat di ponselnya muncul berkali-kali. Dia benar-benar tak melihatnya? Atau kenyamanan orang lain membuatnya mabuk kepayang, sampai-sampai dia lupa segalanya? Aku membalik halaman terakhir surat cerainya dan berusaha tetap tenang, lalu menyerahkannya.
55.6K viewsCompletedAdded to Library 2.2K Times as hasil renungan
Read
+Library
Kebangkitan Rank Terendah

Kebangkitan Rank Terendah

Bukan Bayu yang tidak stabil. Sesuatu yang berbeda. Seperti suara yang terlalu rendah untuk didengar tapi terasa di tulang. "Rengganis." "Aku tahu. Jangan berhenti. Terus bergerak." "Apa itu?" "Resonansi." Cara Rengganis mengucapkannya menunjukkan itu bukan istilah yang dipakai sembarangan. "Dari titik itu. Sudah sampai sejauh ini sekarang."
546 viewsOngoingAdded to Library 21 Times as hasil renungan
Read
+Library
Aku Baik-baik Saja, Katanya.

Aku Baik-baik Saja, Katanya.

Isi Surat dari Renan: "Nei, maaf ya tadi gue lewat jendela. Gue cuma mau bilang kalau jadwal latihan buat pensi minggu depan diundur jadi jam 4 sore. Jangan lupa bawa skripnya, ya. Jangan ceroboh!" Neira tertegun sejenak. Ternyata isinya murni soal urusan sekolah, tapi cara Renan menyampaikannya memang terlalu dramatis untuk ukuran "teman biasa."
442 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as hasil renungan
Read
+Library
Satu Malam dengan Raja Naga

Satu Malam dengan Raja Naga

“Kita harus cerdik. Mereka tidak bekerja dengan kekuatan, tapi dengan kata-kata dan maksud tersembunyi.” Mereka pun berjalan menaiki jalan setapak yang mulai menanjak. Pohon-pohon makin rapat, dan kabut mulai menggulung dari sela-sela akar. Di depan, muncul gerbang batu sederhana, dipenuhi ukiran kuno. Tua dan penuh debu, tapi tidak rusak. Justru seperti baru dibersihkan. Tepat saat Ren menyentuh batu gerbang itu, ia merasakan sensasi aneh—seperti disentuh dari dalam pikirannya sendiri.
101.9K viewsCompletedAdded to Library 55 Times as hasil renungan
Read
+Library
Sentuhan Nakal Adik Iparku

Sentuhan Nakal Adik Iparku

ujar Mama Lani, suaranya lembut, meski tatapannya hanya sebentar, “Johan, kenapa kamu nggak bantu istrimu?” “Hm … Ma, Johan lagi sibuk-sibuknya. Seminar, cabang-cabang baru juga perlu diperhatikan,” sahut Ren, sembari melirik ke arah Johan, “Ren nggak papa, kok. Cuman tinggal.sedikit revisi aja.” Suasana kembali riuh ketika Papa Ronald menoleh ke arah Andre. “Nah, kamu, kuliahmu bagaimana? Katanya sudah balik aktif lagi?”
1043.4K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as hasil renungan
Read
+Library
Ibu Sambung Untuk Anak CEO

Ibu Sambung Untuk Anak CEO

Begitu juga Renata yang sama sekali tidak menyadari kedatangan Narendra. "Membicarakan filosofi nasi goreng." Jawab Renata sembarang. Kedua alis Naren menukik tidak percaya, menatap intens pada Renata yang terlihat gugup. Perempuan itu terburu menyelesaikan bekal Naya dan mengalihkan pendangan ke sembarang arah. Naren tidak percaya jika kedua perempuannya membicarakan tentang filosofi nasi goreng dengan wajah yang serius, memangnya apa?
103.6K viewsOngoingAdded to Library 120 Times as hasil renungan
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status