Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BUKU TERLARANG

BUKU TERLARANG

“gue gak peduli. kalau satu-satunya cara buat punya arti adalah dengan bertarung sampai akhir, ya udah. gue lakuin.” ia mengangkat tangannya, dan cahaya dari air itu kembali muncul, menyapu bayangan dirinya. ia terbangun. liora dan kaela menatapnya, wajah mereka pucat. “lo jatuh ke dalam ‘refleksi jiwa’,” ucap liora. “tapi lo keluar.” “apa lo lihat sesuatu?” tanya kaela. riven tak langsung menjawab. ia hanya menatap air itu—dan menyadari: ia belum sembuh. hanya sedang belajar menerima lukanya.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai hasil renungan
Baca
+Pustaka
RAJA TANPA TAKHTA

RAJA TANPA TAKHTA

--- Renungan di Malam Hari Malam itu, Mukhayyam kembali ke pondok Gurutta Harun. Ia duduk sendirian di bawah bintang-bintang, merenungkan semua yang telah ia pelajari. Ia tahu bahwa perjalanan ini tidak akan mudah, tetapi ia juga tahu bahwa ia tidak sendirian. Dengan bimbingan Gurutta Harun, Si Tua Bijak, dan orang-orang yang mencintainya, ia merasa yakin bahwa ia bisa menghadapi apa pun yang datang di depannya.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai hasil renungan
Baca
+Pustaka
Suamiku Mati Kutu

Suamiku Mati Kutu

Bab 37 "Ada apa Bu?" tanya pembantu Renata saat melihat perubahan raut wajah Renata. "Ini Bi masa ada orang kirim video ginian di akun w******p aku." Renata menunjukkan video mesum 21+ yang di kirimkan oleh kontak yang tidak dia kenali. "Lagian ini orang kok usil banget ya Bu sampai mengirimkan video seperti itu apa tujuannya coba?"
1023.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 639 kali sebagai hasil renungan
Baca
+Pustaka
Suami Berkhianat, Aku Minggat (wanita pilihan)

Suami Berkhianat, Aku Minggat (wanita pilihan)

ucapnya lagi sambil tersenyum lalu pamit. Akh lega sekali rasanya mendengar penuturan suster tadi, tidak ada akibat yang beresiko, tapi namanya jatuh, mana mungkin badannya gak ngilu, pikirku. Kulihat Renata mengerakkan tangan kanannya dan sedikit merintih. "Ren, Alhamdulillah akhirnya kamu sadar juga, Sayang," ucapku dengan bahagia. Perlahan ia membuka matanya dengan beberapa kali menutup bukanya entah karena pusing atau silau.
9.9102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai hasil renungan
Baca
+Pustaka
Sebening Senja

Sebening Senja

Belum lagi hilang keresahannya mencari kabar Senja, gadis yang berdiam di Pondok pesantren selama masa kuliahnya itu dikejutkan kabar dari Sang Bunda. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Sekarang Bening harus menghadapi kenyataan dengan perasaan yang tidak karuan. Malu, sedih, kecewa sudah pasti. Satu hal yang ia ingat dalam keadaan ini, nasehat Sang Murabbi--Abah Yai Hamid. "Sesorang atau sesuatu datang dalam hidup kita bisa jadi itu anugerah atau hanya akan membawa sejarah. Semua sudah tertulis di lauhul mahfuz limapuluh ribu tahun yang lalu."
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai hasil renungan
Baca
+Pustaka
Rindu Yang Terpendam

Rindu Yang Terpendam

Rencananya benar-benar tidak masuk akal, mengorbankan keponakannya untuk membuat putrinya senang. "Bukan begitu nak, tante tidak mungkin mengorbankan Zahra, asal kalian tahu tante sudah menukar obat yang di persiapkan Rini dengan obat lain yang jika obat itu masuk ke tubuh seseorang maka orang itu akan segera tertidur tanpa merasa mengantuk dan badannya akan membiru seolah ia telah keracunan tapi beberapa jam kemudian kondisinya akan normal kembali jika ia di suntikkan obat penawarnya."
106.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai hasil renungan
Baca
+Pustaka
Sang Pewaris yang Terbuang

Sang Pewaris yang Terbuang

Isi dari bangunan itu sangat berbeda dengan luarnya. "Kau datang terlambat dari jam perjanjian kita," komentar seseorang yang saat ini tengah fokus pada komputer yang ada di depannya. Matanya yang runcing seperti rubah terlihat fokus melihat setiap angka dan tulisan yang ada di depan layar. Ben tertawa kecil, lalu merebahkan tubuhnya tepat di samping pria itu dengan helaan napas kasar. "Well, ada hal yang tak terduga dengan target. Makanya aku mengurusnya dulu,"
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai hasil renungan
Baca
+Pustaka
Tertawan Masa Lalu

Tertawan Masa Lalu

Saddam refleks memukul setir sebagai wujud kesedihannya. Di dalam ruangan, dia kembali terngiang-ngiang percakapannya dengan Saddam saat aksi 'penculikan' tadi. Tentang visum, Indana awalnya memang ingin melakukan visum. Namun, dia teringat ucapan Ustadzah Umi Salamah, guru spiritualnya. "Alangkah baiknya aib kita disembunyikan. Jika Allah saja menyembunyikan aib kita, kenapa kita malah membukanya?"
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai hasil renungan
Baca
+Pustaka
RUN! [Bahasa Indonesia]

RUN! [Bahasa Indonesia]

Margareta menatap tajam Deren yang dengan enaknya duduk di samping Terisya tanpa menyapa dirinya. "Seperti aku harus membuang PS5 milik mu" -Margareta. Deren menoleh ke Margareta dengan wajah polosnya seakan-akan tak mengerti kenapa Margareta berbicara seperti itu. "Apa salah ku Mom, aku tak balapan atau bolos kuliah" protes Deren. "Kenapa kau susah sekali di banguni jika aku yang membangunkan, aku tak percaya dalam hitungan menit Terisya bisa membuat mu kembali menjadi manusia" Ketus Margareta.
106.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 238 kali sebagai hasil renungan
Baca
+Pustaka
RENDEZVOUS

RENDEZVOUS

"Gue tahu gue harus fokus mulihin keadaan gue dan gue gak boleh lama-lama, tapi temen gue gimana? Yang sama-sama korban, malah dia gak tahu apa-apa dan sekarang kita jauh-jauhan yang harusnya bisa saling support. Gue beruntung karena ada lo, sedangkan Kanza? Dia sendiri. Mungkin dia baik-baik aja dan gue juga berharap gitu, tapi rasa takut itu gak tahu kapan muncul." Usai berbicara seperti itu Jihan memilih kembali untuk fokus ke pekerjaannya meski sebenarnya pikiran Jihan kacau. Sedangkan Seno lagi dan lagi harus terdiam mencerna omongan Jihan yang sama sekali tidak terpikir olehnya karena ia terlalu fokus pada satu orang saja yaitu Jihan. --- "Mbak Kanza, data yang kemarin sudah Mbak cek b
109.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 397 kali sebagai hasil renungan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status