Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Safira Aswanta

Safira Aswanta

Wanita yang di depannya itu perlahan mengangkat wajahnya dan melihat perlahan ke arahnya. “Apakah benar namamu Safira yang hari ini ada janji untuk pertemuan di sini?” “Iya benar." Safaira hanya menjawab sesingkat itu. Itulah salah satu ciri khasnya dia, orangnya pendiam, tertutup, dan menjawab pertanyaan seadanya saja. Mendengar jawaban Safira. Daren semakin merasa tidak enak. Bagaimana dia bisa membiarkan seorang wanita menunggu selama itu. Harusnya dia memastikan ke mamanya dulu tadi.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai hina chan
Baca
+Pustaka
HINAAN IPAR (ADIK SUAMIKU)

HINAAN IPAR (ADIK SUAMIKU)

tanyanya dengan suara gemetar. "Terserah, tapi apa rekaman telpon bisa membuat fitnahan seperti ini?" tanyaku sambil menatap wajahnya lekat. "Argh!" Rina langsung menjerit sambil memukul-mukul lantai dan beberapa benda yang ada di hadapannya. *** 1329 kata, ya, yang nampil di laman aplikasi memang banyak tidak sesuai.
1013.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 299 kali sebagai hina chan
Baca
+Pustaka
Duda Incaran Shana

Duda Incaran Shana

Pagi ini Shana memilih untuk bermalas-malasan. Dia duduk di meja makan sambil menatap Erina yang sibuk ke sana-ke mari. Tampak bersiap untuk berangkat bekerja. Profesinya yang merupakan seorang chef selebriti tentu membuatnya cukup sibuk. Bahkan Erina memiliki tiga program acara unggulan di televisi. Yang berhubungan dengan kuliner tentu saja.
1010.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 232 kali sebagai hina chan
Baca
+Pustaka
LALI

LALI

Tempat ia mengais rejeki halal untuk segera menghalalkan Asih. Ia tiba di sawah lebih cepat dari biasanya. Disana nampak ramai. Beberapa orang sibuk mengumpulkan bulir-bulir padi. Ada yang motong damen atau biasa yang disebut ani-ani. Tiba-tiba, Harun melangah dengan ragu. “Jika hasil panennya tak sesuai harapan, apakah ia bisa datang menepati janjinya terhadap emak Asih?” pikiran itu mengganggu semangatnya. Wajah gantengnya menampakkan kecemasan. Namun, wajah perempuan paruh baya yang melintas segera membakar lagi semangatnya. Dialah mak In, perempuan yang tadi menunggu padi yang di jemur di halaman rumah sembari menumbuk padi agar terpisahkan dari batangnya.
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 206 kali sebagai hina chan
Baca
+Pustaka
LAILA

LAILA

Perintahku karena keinginanku tahu tentang ibu sangat tinggi. Indri terlihat ragu, "Baiklah, aku tunggu kamu di tempat kita turun dari angkot tadi." Lalu dia meninggalkan kami. Wanita itu tersenyum, "Namaku Gina." Aku membalas senyumannya. Dia kemudian cerita, "Kuburan ibumu pasti dibongkar oleh ayahmu Wira. Dia sama setianya dengan kembarannya..." Aku kaget, "Ayahku punya kembaran? Ibu tidak pernah cerita."
107.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 279 kali sebagai hina chan
Baca
+Pustaka
Liara

Liara

Otak dari semua rencana untuk merebut hak Hagan atas harta Orlando adalah Naura. "Kau tidak curiga mengapa kita tak pernah bertemu?" Naura menjambak rambut Liara. Menata dengan sorot kebencian. Anjani Naura. Ibu tiri Hagan, istri dari Orlando, ibu tiri dari Redrick itu adalah ibu kandung Liara. Anjani lebih dulu mengetahui pernikahan Hagan dan Liara dari siapa pun. Orang yang wanita itu bayar menunjukkan foto Liara dan Anjani langsung bisa mengenalinya.
9.535.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 735 kali sebagai hina chan
Baca
+Pustaka
Selena

Selena

Selena dengan Antanas pun sempat beradu tatap, sebelum akhirnya bocah itu pergi setelah memecahkan kendi berisi air. “Oh, Nona, siapa kau? Aku sepertinya tidak pernah melihatmu di sekitar sini?” Wanita gempal itu seakan memindai penampilan Selena. Ha! Meski jarang dandan, Selena bukan wanita kuno yang tidak paham mode. “Aku Laluna dari ibu kota. Kebetulan sedang berkeliling di Zenas. Ngomong-ngomong, pelayanmu tadi tampan. Apa kau berniat menjualnya?” tawar Selena.
4.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai hina chan
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dendam Racun Sang Tabib

Pembalasan Dendam Racun Sang Tabib

Lin Mei (Cyina) - 95 poin 2. Kenji (Zepang) - 92 poin 3. Dr. Zhang Wei (Cyina) - 91 poin 4. Bima (Nusantara) - 90 poin 5. Dr. Priya Sharma (Vrindia) - 88 poin 6. Nakamura Hiro (Zepang) - 85 poin 7. Chen Wei (Cyina) - 82 poin 8. Rajesh Kumar (Vrindia) - 80 poin
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai hina chan
Baca
+Pustaka
Kinan

Kinan

Nora Althea Skykaninakani
"Aku akan memakainya." Noah sedari tadi memperhatikan, pandangannya semakin lekat ke arah wanita itu. Setelah sekian lama Noah mengenal Kinan, baru kali ini ia menyadari bahwa wanita itu memiliki tahi lalat di pipi sebelah kirinya. Pandangan Noah langsung berpindah ke arah bibir Kinan setelah wanita itu selesai memoleskan lipstik tersebut di bibirnya. "Bagaimana? Apa aku terlihat cantik?"
108.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai hina chan
Baca
+Pustaka
Alisya

Alisya

Izinkan aku mengenalmu lebih dalam, walau aku tak yakin dengan rasa ini ~Alisya Cantara Benar, semua hiruk-pikuk dalam perjalanan waktu. Bergandenganlah tanpa melupakan bintang yang lebih bersinar! Benderanglah tanpa menyilaukan! Bersamalah tanpa berpisah dan datanglah tanpa pergi! Walau tak bisa saling memiliki ~ Farhan Sharique Zhafran
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai hina chan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status