Mas, Ayo Bercerai!
“Iya. Benteng yang kuat. Kamu tidak bisa cuma jadi pelayan kafe selamanya. Kamu harus punya pekerjaan yang membuatmu mandiri, yang membuatmu bangga. Kamu punya bakat apa?”
Zola berpikir. “Dulu saya suka sekali seni, Bu. Melukis, merajut. Tapi saya tidak pernah anggap serius.”
“Kalau begitu, jadikan itu serius!” seru Ibu Anwar, matanya berbinar. “Di ujung jalan sana, ada kursus kerajinan kayu. Mereka membuat perabotan kecil dari kayu daur ulang. Itu bagus, Lana. Itu terapi. Kamu bisa belajar, dan kamu bisa menjualnya. Uangmu bisa bertambah.”