Ambisi Sang Penguasa
niandezcerita sedih anak tak dianggapsedih tentang keluargacerita sedih tentang ibumenantu pura pura miskin
"Bisnis gelap?"
"Ah, kau akan mengetahuinya pelan-pelan. Informasi ini terlalu dini untukmu, kau bahkan belum punya kartu identitas penduduk." Luis mengarahkan Reiner menghadap kawanan kru Phoenix. Lantas, sang Kaisar berujar lantang, "Beri hormat untuk putraku! Calon penerus kursi kehormatan Phoenix. Kelak, Reiner putraku akan menjadi Kaisar berikutnya. Maka dari itu, mulai sekarang kalian semua harus belajar tunduk kepadanya."
Hampir semua kru memberi hormat, kecuali satu—Max. Petinggi Phoenix, tangan kanan Luis menggantikan Enrique yang sudah punah. Pria itu terlihat congkak dengan sorot mata tak senang.
Beliebte Kapitel