Ditalak Di Pelaminan
jelas Dahayu
“Tetapi hal itu tidak bisa kamu jadikan sebagai alasan untuk tidak mengangkatnya, Dahayu. Bagaimana jika panggilan itu adalah panggilan yang akan memberikan informasi penting?”
“Penting apanya, Bu? Sudah tidak ada yang penting lagi di dunia ini. Hidup Dahayu sudah hancur, sudah tak ada lagi harapan dan kebahagiaan bagi Dahayu, atau mungkin juga bagi Ibu.”
“Astagfirullah, Dahayu. Bicara apa kamu? Kamu tidak boleh berkata seperti itu!” Tanpa mau banyak berfikir lagi, dengan cepat Inka langsung meraih ponsel Sang anak dan menyodorkannya, "Ini, kamu angkat atau izinkan Ibu untuk mengangkatnya."
Hot Chapters