Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BANGKIT

BANGKIT

Drtt drttt drrrtt Handphone Aini bergetar, ia bergegas membuka pesan yang masuk. 'Happy birthday gadis kecil, maafkan Abang yang belum bisa ngucapin langsung ke kamu. Kamu mau hadiah apa dari Abang?' Aini menerima pesan dari Arghanta, kaki tangan ayahnya dan merupakan sosok Abang yang selalu Aini sayangi. "Cie cie ada yang dapat pesan dari ayangnya ni," goda Rama. "Apaan sih kalian, ini cuma pesan dari bang Anta. Udah lanjut lagi makannya keburu bel masuk nanti!" ucap Aini mengalihkan pembicaraan.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai ibu angkat
Baca
+Pustaka
Tante-tante Kesepian

Tante-tante Kesepian

Ibu angkatku tertindih di bawah tubuhku dan tidak mampu bergerak. Dia hanya bisa menolehkan kepalanya, menatapku yang berwajah merah padam dan penuh dengan gairah yang membara. Dengan perasaan malu, ibu angkatku menggigit bibir merahnya. Sementara itu, sepasang matanya yang indah dan berkaca-kaca memancarkan rasa tidak berdaya sekaligus permohonan. Dengan tubuhku yang tinggi menjulang mencapai 180 sentimeter, bagi ibu angkatku yang bertubuh mungil dan lembut bagai air, aku benar-benar tampak seperti sosok raksasa yang perkasa.
12.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 424 kali sebagai ibu angkat
Baca
+Pustaka
Status Kontrak dengan Kakak Angkat

Status Kontrak dengan Kakak Angkat

ucapan bijaknya, Azila sambut dengan sebuah anggukkan. Setelah selesai menandatangani kontrak perjanjian dengan Revan. Revan mengajak Azila untuk naik ke lantai 3 tempat ibunya berada. Azila dibuat kembali terkagum karena ternyata mereka memfasilitasi rumahnya juga dengan sebuah lift pribadi. Sesaat setelah sampai di lantai 3 pintu lift mulai terbuka, teriakan histeris langsung menggema.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai ibu angkat
Tampilkan Ulasan (8)
Baca
+Pustaka
Arwend Arau
Hai, selamat datang di cerita pertama Arwend Arau. Terima kasih yang sudah baca dan meramaikan cerita ini. Jangan lupa tinggalkan ulasannya ya. Ulasan yang positif dan membangun supaya lebih semangat lagi untuk up cerita, ...
Herti Herti
cerita nya aku suka,sepertinya akan banyak sekali rahasia didalam ceritanya,dan bikin penasaran,saya suka nama tokoh nya,semangat terus Thor semoga kisah nya menginspirasi banyak orang,dan tetap sehat agar bisa terus berkarya tentunya,dan memberikan semangat kpda semua orang untuk membaca...️
Baca Semua Ulasan
Penyesalan Kakak Angkat

Penyesalan Kakak Angkat

dengus Zayla menatap tajam sang Kakak angkat. "Makasih," Arion menggenggam tangan Zayla begitu lembut, ia tidak menyangka jikalau Adik angkatnya itu akan cepat memaafkan kesalahannya, sedangkan kesalahan yang ia perbuatan sangatlah fatal. "Jangan meminta maaf, nanti aku malah besar kepala," balas Zayla menegakkan kepala seolah menegaskan bahwa dirinya memang sudah besar kepala.
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai ibu angkat
Baca
+Pustaka
Pengorbanan Hati sang Ibu Angkat

Pengorbanan Hati sang Ibu Angkat

Gadis itu mematung, karena telah mengatakan hal yang seharusnya tidak dikatakan. "Um ... walau dia Ibu Angkatku, tapi aku sangat bahagia bersamanya, aku senang, bahkan aku sangat bersyukur. Dia Ibu yang baik, dan tentunya aku pun akan menjadi anak yang baik untuknya ... aku harap, aku selalu bisa bersamanya," jelas Kembang. Pandu tersenyum, lalu mengacungkan dua jempol.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai ibu angkat
Baca
+Pustaka
Pendekar Salah Zaman

Pendekar Salah Zaman

Tanpa banyak bicara, dia mulai mengangkat barang-barang lain dari dalam dan membawanya keluar dengan ringan, rapi, seolah tidak ada beban sama sekali. Agung dan Rangga lanjut mengangkat kasur sambil tetap berdebat. “Ini prana, nyet. Gue serius,” kata Agung, masih yakin. Rangga menghela napas panjang. “Ini bukan prana. Kita ngangkat berdua, beban kebagi dua. Gak usah aneh-aneh lah, Gung.” “Lu mah terlalu sains banget,” balas Agung.
10879 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai ibu angkat
Baca
+Pustaka
Ikatan Yang Ditakdirkan

Ikatan Yang Ditakdirkan

Ketika berbicara, Zayyad sesekali melirik ke layar atas yang sudah menunjukkan angka '48'. "Tapi tempat ini 'lift', dibuat untuk memudahkan mu untuk pergi ke lantai-lantai teratas bangunan, tanpa perlu bersusah-payah, menghabiskan energi dan waktu mu dengan menaiki anak tangga yang jumlahnya sangat banyak" Jempol Zayyad mengusap lembut pipi Alina yang sudah basah dengan air mata, mulutnya masih terus berbicara, "Jadi ingatlah ini baik-baik, tanamkan dalam pikiran mu, tempat ini.. 'lift' ada untuk mempermudah perjalanan mu, menghemat energi dan waktu mu, sehingga kau tidak perlu merasa lelah dan dapat dengan cepat mencapai lantai-lantai teratas yang kau inginkan..."
1021.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 786 kali sebagai ibu angkat
Baca
+Pustaka
Menikahi CEO Dingin

Menikahi CEO Dingin

Zzzrrrrtt Tiba-tiba lampu utama di bagian atas berkedip dan meredup ketika lift mulai sudah naik beberapa lantai. “Astaga,” ucap Bunga sembari memegang lengan Alvaro. Dia menaruh semua barang bawaannya. Zzzrrrttttttttt! Gruuk!
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai ibu angkat
Baca
+Pustaka
Ibu Angkat Psikopat

Ibu Angkat Psikopat

Begitu ibu angkatku selesai bicara, aku segera berlari mendekat dan memohon, "Dokter, tolong selamatkan kakakku." Ibu angkatku menarikku, lalu menamparku dengan keras, "Di sini bukan tempatmu bicara." Tamparannya keras sekali, hingga pipi kananku terasa panas seolah-olah terbakar. Aku ingin mengatakan sesuatu lagi, tetapi ibu angkatku langsung menendangku hingga terjatuh. Dengan sepatu hak tingginya, dia menginjak tanganku dengan kasar. Aku bahkan bisa mendengar suara tulang tanganku yang retak dengan jelas.
4.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 183 kali sebagai ibu angkat
Baca
+Pustaka
Gelora Cinta Tuan Muda Kepada Istri Muda

Gelora Cinta Tuan Muda Kepada Istri Muda

Ting Pintu lift terbuka, dan Earl pun keluar. Apes, dia malah bertemu ibunya lagi. Ternyata Ivory naik lift yang biasanya digunakan oleh karyawan. Ada 4 lift di gedung itu. Satu untuk eksekutif, tiga lainnya untuk karyawan. "Loh, Ma?" Earl mendekati ibunya lagi. "Mama mau kemana?" "Mau liat bawahan Mama," jawab Ivory.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai ibu angkat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status