DIJODOHKAN MAMA
Ia mengenakan batik cokelat tua dengan rambut rapi, membawa bunga melati segar di tangannya.
“Boleh masuk gak, sayang?”
Ziva menatapnya dari cermin, matanya berkilat geli. “Masuk, tapi jangan ganggu make up-ku.”
“Gak akan. Aku cuma mau bilang… kamu cantik banget.”
“Za, jangan ganggu, nanti nangis lagi!” celetuk Lia cepat.
Ziva dan Reza langsung tertawa pelan.
Setelah make up selesai, Ziva berganti kebaya lembut warna hijau pastel dan kain batik cokelat muda.
Hot Chapters