Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ujung Senja

Ujung Senja

ujar makcik Nur. “Muko aku nak diapokan, Makcik?” aku bergidik mendengar kata bedah. “Tak ado, nak aku bersihkan sikit, supaya nanti malam bedelau (sangat cantik/berkilau).” “Nanti malam? Apo hal nanti malam?” “Dahlah, jangan banyak kesah (tanya/ngomong) kau ikut ajo kato aku.”
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai ikan nun
Baca
+Pustaka
Nur Cahaya Cinta (Bahasa Indonesia)

Nur Cahaya Cinta (Bahasa Indonesia)

Wahyu menatap intens wajah Nur, lalu mendaratkan kecupan di bibir Nur. "Buka pahamu Sayang" bisiknya lembut, lalu kemudian membisikan doa di telinga Nur, sebulan memulai untuk mendaki kepuncak gunung, dan menyelam kedasar samudera kenikmatan bersama-sama.
9.825.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 509 kali sebagai ikan nun
Baca
+Pustaka
Koma

Koma

panjenengan Sampun nurunaken gerimis Ingkang nukulaken suket ijo Ingkang damel ati iki bungah Dari manusia yang tidak tahu cara. berterimakasih. Mungkin karena dia tidak pernah. ditolong, atau mungkin dia yang tak sadar ketika ditolong.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai ikan nun
Baca
+Pustaka
Atasanku Menggodaku

Atasanku Menggodaku

"Mau pergi? Nggak semudah itu! Berani-beraninya kalian bermesraan di depan mataku? Dasar perempuan murahan yang nggak setia!" Kai kembali menghampiriku dengan niat untuk mengajarkanku pelajaran. Namun, Kai langsung dihentikan dengan dingin oleh Ben. "Sekarang, Luna adalah wanitaku. Kamu dengar itu?" Dengan sikap mendominasi, dia memelukku ke dalam pelukannya. "Aku nggak akan memberimu satu sepersen pun! Karena kamu nggak pantas! Kamu pikir kamu siapa? Apa kamu sudah menikah dengan Luna? Kamu nggak punya hak sedikit pun!"
17.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 392 kali sebagai ikan nun
Baca
+Pustaka
KEPINCUT PREMAN TENGIL

KEPINCUT PREMAN TENGIL

Di klub Zoi ini, Nami hanya mempunyai satu sahabat yang amat ia percayai, ialah Nunu, pria gemulai yang selalu berdandan bak wanita cantik dan seksi. Nami sangat seneng mendengar sang sahabat terlihat khawatir kepadanya, ia dengan tulus menyunggingkan senyum manis untuk Nunu. "Aku keracunan Nu!" "Haaah? Serius? Yei di racun siapa saaaiii? Muke gile itu orang ya! awas kalau Akika tau tu orang yang ngeracun yei, huh! Langsung mati itu orang Akika pites!" oceh Nunu tak henti.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai ikan nun
Baca
+Pustaka
Wanita yang Kunodai
Baca
+Pustaka
Prabu

Prabu

pintanya. “San...” Prabu tak sanggup meneruskan kalimatnya. “Hahahaha, lihat wajahnya itu. Heh, pecundang! Memangnya siapa yang disini mau berteman dan dekat dengan kasta terendah?” ejek Bagas. “Salahkan ibumu yang hanya bekerja sebagai pembantu dan hidup miskin,” sahut Jun. “Heh sialan! Gara-gara kamu aku harus membayar satu juta ke Santi. Kenapa pecundang sepertimu mudah jatuh cinta, hah!” teriak Adi.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai ikan nun
Baca
+Pustaka
KUNYIT DARI SARANJANA

KUNYIT DARI SARANJANA

Kata Uma dalam bahasa Dayak Bakumpai adalah panggilan untuk seorang Ibu. Lawen sadar tadi hanya sebuah mimpi namun mimpi ini sudah yang ke 3 kalinya, ia tidak terlalu memikirkannya dengan cepat langsung turun tangga menuju sungai tidak jauh dari posisi rumah betang. Lawen mencuci muka lalu melompat ke dalam air membersihkan tubuhnya. Dari ekor mata ia menangkap sosok Kakek bungkuk tadi, tapi setelah ia fokuskan pandangan tidak terlihat ada seseorang.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai ikan nun
Baca
+Pustaka
Shanum(Aku Yang Kalian Sebut Menantu Tak Berguna)

Shanum(Aku Yang Kalian Sebut Menantu Tak Berguna)

Musik latar lembut mengalun di ruangan, menciptakan atmosfer yang hangat. Shanum turun dari kamarnya dengan mengenakan gaun simpel berwarna pastel. Tidak terlalu mencolok, tapi tetap elegan. Baby Nata sudah di ambil alih Bunda Karina tadi. Bayi gembul itu baru selesai menyusu dan hampir terlelap ketika Bunda datang mengambilnya. Ketika Shanum memasuki ruangan, beberapa orang langsung menyapanya. Ia membalas dengan senyum ramah, berbincang sebentar dengan beberapa kenalan yang sudah lama tidak ditemuinya.
1048.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai ikan nun
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status