Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
MR. CINDERELLA (INDONESIA)

MR. CINDERELLA (INDONESIA)

“Beeeuh! Segitu khawatirnya sama si tukang pijat orok? Orok lo Minta dipijat juga?” Lagi-lagi disambut derai tawa meledek. Pram cuek. Sudah paham dengan mulut-mulut para pengangguran bedebah ini. “Kalo selera lo janda, noh ... ada janda gang sebelah lebih bohay, umurnya masih tiga puluhan, Coy. Belom punya anak lagi. Lo pasti demen, dah! Bokongnya .... Beeeuh! Kawasaki Ninja, Pram,” celetuk salah satunya yang berambut gonjes (Gondrong Jelek Sekali) sambil meliukkan tangan atas ke bawah membentuk body wanita.
1016.3K viewsCompletedAdded to Library 457 Times as indonesian poets
Read
+Library
Lima Samurai Batavia

Lima Samurai Batavia

Poernomo duduk di samping Fadjar. Fadjar mengangkat bahu, “Aku tak ingat mimpi semalam, tetapi yang jelas, sepertinya aku bermimpi jika Batavia sedang porak-poranda dan diperebutkan oleh Belanda dan Jepang,” “Itu, sih, bukan mimpi,” sindir Poernomo, “tetapi memang Batavia saat ini begitu banyak yang memperebutkan. Padahal, semua ini adalah tanah milik Indonesia,”
107.3K viewsOn holdAdded to Library 242 Times as indonesian poets
Read
+Library
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

aan. Dan dari hasil pembacaan saya atas warisan “serat”, “suluk”, “babad”, dan “wirid” yang saya lakukan dari sejak tahun 2009 hingga hari ini, saya berani berkesimpulan, bahwa kesusateraan “suluk”, “serat”, dan “babad” (dalam bentuk tembang macapat), juga “wirid” merupakan sebuah genre sastra yang muncul pada periode zaman Demak hingga Mataram Islam (hingga Yogyakarta dan Surakarta), alias pada periode Islamisasi, dan tidak kita temukan di periode Majapahit yang memang memiliki produk sastra berbeda bernama “Kakawin” dan “adiparwa” (berbahasa Jawi Kuna dengan metrum sendiri indianya) yang jauh berbeda dengan kesasteraan Macapat. Oleh karenanya, bahkan sekelas T.H. Pigeaud dalam karya kanonn
1010.2K viewsCompletedAdded to Library 386 Times as indonesian poets
Read
+Library
Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

3—Pemerintahan yang dipimpin oleh Jayabaya sampun teratur, hukum dicamkan secara tegas lan adil. 4— Periode Raja Jayabaya juga menandai perkembangan pesat bidang seni sastra, bahkan disebut-sebut sebagai awal keemasan bagi seni sastra, Jawa Kuno. Buktinya, dengan adanya para pujangga yang dapat menyusun karya sastra dengan sangat indah dan bermutu. Mpu Sedah dan Mpu Panuluh tuladhane, dua pujangga yang bersama-sama menggubah Kitab Bharatayudha pada masa pemerintahan Raja Jayabaya. Di dalam Kitab Bharatayudha, kemenangan Jayabaya atas Jenggala diibaratkan sebagai kemenangan Pandawa atas Kurawa.
103.4K viewsCompletedAdded to Library 67 Times as indonesian poets
Read
+Library
Istri Dadakan Dosen Idaman

Istri Dadakan Dosen Idaman

Tempat itu tidak mewah, tapi selalu hangat, ramai, dan penuh dengan suara tawa serta asap rokok. Tinggal beberapa langkah lagi, Regita akan sampai di tempat itu. Namun kakinya seperti dipasak ke dasar bumi melihat seseorang berdiri di sana. Di depan warung kopi yang akan menjadi tempat pelariannya hari ini. "Tuh! Yang dicariin baru dateng. Git, sini! Ada yang nyariin, nih!" teriak Gera sambil melambaikan tangan pada Regita.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as indonesian poets
Read
+Library
Satu Malam Bersama Pengawal Tampan

Satu Malam Bersama Pengawal Tampan

“Ini aku mau standby di depan untuk cek. Para senimannya gimana, Mbak?” “Semua udah oke, kita hanya undang dua seniman, jadi nggak terlalu repot juga.” “Pak Wayan dan–” “Anyelir Dasono. Emerging Indonesian artist in the UK. Dia UK-based tapi bersedia datang karena diundang oleh Pak Abisena Sastrowilogo sendiri.” Mbak Rengganis menyebut dua seniman utama yang menjadi highlight exhibition galeri tahun ini.
108.4K viewsOngoingAdded to Library 325 Times as indonesian poets
Read
+Library
The Devil's Mistress

The Devil's Mistress

Kilau sinar di pagi hari Sambut jiwa yang penuh ambisi Memulai langkah mengarungi Masa depan yang cerah dinanti Kumulai dengan langkah pasti Menatap cahaya sang mentari Denyut nadi yang tak henti Menapak langkah teguhkan hati Tentang harapan tentang cita Walau jauh kan ku tempuh jua Setinggi bintang hias angkasa Ku akan tetap tuk menggapainya Sejuta langkah tuk meraihnya Seluas lautan keringatku Tak akan pernah pedulikan Ku akan raih semua impian Oleh: wawan setiawan * “Aku menyukai ekspresi yang tersurat. Ada kegigihan yang dituangkan dalam tiap katanya,” gumam Joya. “Ajaib, Indonesia memiliki banyak pujangga muda yang berbakat. Puisi itu adalah salah satu kesukaanku.” Virgo menuangkan kemb
1088.5K viewsCompletedAdded to Library 3.4K Times as indonesian poets
Read
+Library
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

Perjuangan mereka bukan hanya soal menyelamatkan hutan, tetapi juga membangun dunia yang lebih baik, dengan nilai-nilai yang telah diwariskan oleh leluhur. Sinta dan Jun menelusuri bait-bait kabanti kuno di malam yang hening. Di antara lembaran teks kabanti, mereka menemukan sebuah judul yang memikat: Ajonga Yinda Malusa atau Pakaian yang Tidak Luntur. Jun membacakan nama penulis teks itu dengan penuh kekaguman. “Syeh Haji Abdul Ganiu,” gumamnya. “Penyair Buton abad ke-19. Karya ini pasti sangat istimewa.”
3.4K viewsOngoingAdded to Library 95 Times as indonesian poets
Read
+Library
Jeratan Cinta Mantan

Jeratan Cinta Mantan

tanyanya. "Kalimantan Barat," terang Jauhari. Emris manggut-manggut. "Kakak sama Aa', harus banyak membaca cerita asli dari Indonesia." "Ya. Aku suka cerita Timun Mas," ungkap Inggrid. "Aku suka Pahlawan Bertopeng," sela Gyan. "Itu dari luar negeri. Lebih keren pahlawan Nasional Indonesia," papar Emris.
1.4K viewsCompletedAdded to Library 39 Times as indonesian poets
Read
+Library
Istri Yang Tak Dirindukan

Istri Yang Tak Dirindukan

Menyerahkan nyawa tidak pada tempat kelahiran. Beberapa dari anak buah kapal Thailand menodongkan senjata ke arah kami. Kemudian, mereka menarik paksa aku yang bersembunyi di tumpukan bahan makanan. Aku melihat seorang pria bertubuh tinggi tegap sedang berbisik ke arah pria yang berpenampilan sangar. Sepertinya dia adalah orang Indo. Penampilannya berbeda dari penduduk Gajah Putih.
9.4121.3K viewsCompletedAdded to Library 3.9K Times as indonesian poets
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status