Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bersuami Anak "Mama"

Bersuami Anak "Mama"

Mosa kembali menangis, seakan dia tidak bisa melupakan kejadian yang baru saja terjadi. "Kamu yang sabar. Kamu sebaiknya di sini untuk menenangkan pikiranmu, Ibu kemarin merasa perasaan ibu tak enak karena memikirkan kamu makanya Ibu nelpon, tapi kamu bilang kamu baik-baik saja. Jujur Ibu tidak langsung percaya, karena perasaan Ibu tidak bisa dibohongi meskipun ada kebohongan. Mungkin kamu berusaha menutupi itu semua dari Ibu agar tidak membuat Ibu kepikiran. Tapi Ibu pernah mengandung kamu, dan merawat kamu sampai besar. Perasaan Ibu cukup peka ketika anak Ibu sedang ada masalah, meskipun Ibu juga tidak tahu masalah apa."
1010.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 295 kali sebagai ini hp mama
Baca
+Pustaka
Hajatan di Rumah Ibu

Hajatan di Rumah Ibu

“Tah, sedang apa di situ?” Aku berbalik, melihat Ibu berjalan mendekat dengan satu kantong besar nasi bungkus di tangannya. Pandangannya tidak berubah, masih sama seperti biasanya, dingin dan penuh ketidakpedulian. Aku membuka mulut ingin menjawab, tapi Ibu melewatiku begitu saja. Ibu berjalan cepat menuju pintu rumah, membuka kuncinya, dan masuk tanpa sepatah kata.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai ini hp mama
Baca
+Pustaka
Aku Hamil Anak Kamu, Mas!

Aku Hamil Anak Kamu, Mas!

timpal Tama yang diangguki juga oleh Jihan. Zola menggeleng, "Anak-anak sama siapa di rumah?" tanyanya. "Ada Mama, biarkan beliau melepas kangen sama cucu-cucunya," kata Jihan sembari terkekeh. Tama ikut tersenyum seraya menyentuh puncak kepala istrinya itu. "Tapi anakmu 'kan masih ASI?" kata Zola heran. "Banyak stok, kok! Jangan khawatir!" Jihan mengusap bahu Zola dan meyakinkannya.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai ini hp mama
Baca
+Pustaka
Miskin itu Memalukan

Miskin itu Memalukan

aku nggak percaya. Setelah berdiri beberapa lama, mamaku muncul. “Masuk Ufi,” kata mama. Aku mencium tangan mama, pun juga Ruly. Mama menyuruh aku dan Ruly duduk. “Lagi apa, Ma?” Tanyaku. Mama menggeleng. “Kenapa HP-nya nggak bisa dihubungi?” Tanyaku lagi. “Rusak.” Hening.
9.35.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai ini hp mama
Baca
+Pustaka
DIJODOHKAN MAMA

DIJODOHKAN MAMA

Begitu layar terbuka, langsung muncul wajah Lia, Indri, Yudistira, dan Adrian yang mukanya kayak belum siap ikut obrolan tapi dipaksa gabung. “Ziva sayang! Lagi apa kamu?” sapa Mama Lia semangat. “Lagi rebahan, Ma. Ada apa nih rame-rame?” “Gak ada apa-apa,” jawab Mama Indri santai. “Cuma kangen cucu di perutmu itu.” Kakek Yudistira langsung ikut nimbrung, suaranya kencang banget sampai Ziva refleks menjauhkan HP.
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai ini hp mama
Baca
+Pustaka
Hot Mother

Hot Mother

Mata berwarna biru terang itu membulat sempurna ketika mendapati ibunya masih ada di sana. “Mom—“ “Sejak kapan kau bertingkah seperti ini, Nic? Sengaja menghindar dari ibumu sendiri?” Wajah Nyonya Elina benar-benar tidak bersahabat. Ada gurat kemarahan yang terpampang nyata.
1051.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai ini hp mama
Tampilkan Ulasan (65)
Baca
+Pustaka
Savitri
novel ini keren banget sih kalo kata gue ya... Melihat sisi lain dari kehidupan seorang wanita yang memang seringkali tuh kompleks banget. Apalagi seorang single parent yang memang ga mudah. Nice book to read nih, guys!!
Amy_Asya
Halo, semua. Terima kasih kepada para pembaca setia dari buku-buku aku. Kali ini aku datang dengan cerita baru lagi. Jangan lupa mampir ke profil aku, atau bisa langsung cari judul "Dekapan Panas CEO Arrogant" di kolom pencarian. Terima kasih, dan selamat membaca
Baca Semua Ulasan
JODOH PILIHAN MAMA

JODOH PILIHAN MAMA

Guman Bu Handoyo. “Yah, Dik. Kamu pake ngingetin mama sama Mas Dimas sih. Lihat tuh, mama jadi sedih,” ucap Aditya sambil mencolek lengan Intan. “Mah, mama nggak usah sedih. Insyaalloh Mas Dimas bakal bahagia kok,” ujar Intan menghibur mama mertuanya. Tangannya mengusap pundak mertuanya, untuk memberi rasanya nyaman.
1044.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 892 kali sebagai ini hp mama
Baca
+Pustaka
MENANTU PILIHAN MAMA

MENANTU PILIHAN MAMA

“Hikss,, Mama minta maaf, nak! Mama…” “Sstt.. Mama kenapa minta maaf?! Mama tidak ada salah apapun ke Melody!” Melody ikut berlutut menyamakan tubuhnya dengan sang Ibu. Ia paling tidak bisa melihat orang tuanya bersedih, apalagi menangis karenanya. Melody mengusap air mata yang membasahi kedua pipi Ibunya dengan lembut. “Mama kenapa nangis, hm? Ini kan hari bahagia Melody.”
896 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai ini hp mama
Baca
+Pustaka
Mommy untuk Daddy

Mommy untuk Daddy

sahut sang ibu, acuh tak acuh, lalu berbalik, hendak kembali masuk ke kamar. "Iih, Mama … lihat dulu!" "Sudah, biarkan saja!" "Tapi, dia nikah sama orang kaya, Ma!" "Apa?" Mata wanita paruh baya itu melotot. "Yang benar? Kok bisa?" "Makanya tonton dulu," timpal Della seraya menyeret ibunya ke depan TV. "Tuh, lihat! Pestanya besar-besaran, Ma."
1026.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai ini hp mama
Baca
+Pustaka
Duda Pilihan Mama

Duda Pilihan Mama

sahut Mama. “Dengan adanya ketidaksengajaan itu, Mama jadi punya menantu yang cakep spek idol K-Pop, kan?” lanjut Mama. Andara mencebikkan bibirnya. Dia tak habis pikir dengan sang mama. Di saat seperti ini masih saja bisa bersikap konyol seperti itu. “Terus apa yang Ayah sama Bunda mau jelasin ke aku?” Kali ini Galang yang bersuara.
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai ini hp mama
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status