Perempuan Kopi
Hanna masih menunggu kalimat Airin selanjutnya.
“Seharusnya…” Airin berujar seraya menatap Hanna tajam, “aku membencimu, Han. Namun, aku tahu apa yang kau rasakan pastilah sama dengan apa yang pernah kualami. Itu adalah hari terburuk dengan perasaan yang sukar dijelaskan. Tapi, seorang perempuan tetaplah perempuan yang akan mudah melupakan satu keburukan bila telah memperoleh kebaikan, cinta, maupun perhatian dari laki-laki lain. Itu adalah kodrat dari kita kaum perempuan. Mereka hanya tinggal mengenang dan kemudian menjadikan setiap kenangan itu pada akhirnya layaknya angin lalu.”
Hanna menunduk.
ตอนยอดนิยม