Permainan Kakak Kandungku Yang Janda
Tapi, dia menjawab begini, "silahkan berargumen, Wid. Aku memang orang miskin, tapi tidak serendah itu. Aku tidak perlu banyak bicara sama kamu, nanti kamu akan lihat sendiri. Oiya, adikmu menerima aku yang miskin dan berpenghasilan pas-pasan. Aku minta restu untuk menikahinya secepatnya. Bisa 'kan? Eh, tapi meski kamu tidak merestui, pernikahan kami akan berlangsung. Jangan lupa hadir."
Mbak Widya semakin kebakaran jenggot. "Pwuih!" Dia menumpahkan ludahnya ke lantai, "baiklah, silahkan saja kalian menikah. Tapi hati-hati kamu, Nur, dia mungkin hatinya masih milikku. Siap-siap kena PHP," imbuhnya penuh penekanan.
Sikat na Kabanata