Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bulu Perindu

Bulu Perindu

David masih menyapu setiap orang yang hadir dengan matanya, mencari keberadaan Anjani. Pria yang adzan tadi segera naik setelah menutup jenazah dengan kepingan papan terakhir. Tanah mulai dijatuhkan. Jerit tangis seorang perempuan jelas terdengar. Perempuan itu bersimpuh di tepi gundukan tanah merah yang akan digunakan untuk menimbun jenazah. Dia Anjani. Tampak sedikit berbeda tanpa kacamata. Apa lagi beberapa bagian wajahnya sembab dan memerah.
108.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 256 Beses bilang janur ireng
Read
+Library
RINTIK YANG MENGGENANG

RINTIK YANG MENGGENANG

Yang satu nya tersenyum sedangkan yang satu lagi menampilkan raut cemberut. "Cucuku yang cantik ini tidak melupakan janjinya bukan?". Miranda Green, nenek dari pihak ibu Ganindira yang berdomisili di Kanada datang ke apartement milik Ganidnira. Berbeda dengan Ganindira yang menyadari kehadiran neneknya hanya menampilkan raut wajah datar tanpa ekspresi. "Sejak kapan nenek datang..", Ganindira turun dari ranjang membersihkan tempat tidurnya seperti semula. Mengabaikan kehadiran kedua orang itu. Dengan santai, Ganindira masuk kedalam kamar mandi.
3.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 125 Beses bilang janur ireng
Read
+Library
JERITAN MALAM PENGANTIN

JERITAN MALAM PENGANTIN

Itu karena ketika liburan aku sering berkunjung ke rumah Nenek dan Kakek. Mereka semua sangat baik padaku dan juga Intan. Tak jarang kami sering ngebolang bersama. "Kalau udah kumpul gini jadi kangen deh nyoba main jelangkung lagi," ujar Irma terkekeh. "Hiihhh ... aku sih wedi, Ir, sampean saja yang main sendiri. Kapok aku diteror hantunya Pakde Susanto!" jawab Yuni sambil mencebikkan bibirnya.
1065.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.8K Beses bilang janur ireng
Read
+Library
JENTERA SAKTI DAN MUSTIKA UDARATI

JENTERA SAKTI DAN MUSTIKA UDARATI

Kata Randujalak menghina. "Sudahlah Randujalak. Tidak usah berteriak-teriak. Lawanlah saja aku jika kau bisa. Aku Jentra Kenanga, pimpinan pasukan pelopor. Aku tidak akan mundur menghadapimu." Jawab Jentra "Baiklah! Bersiaplah untuk mati. Sebenarnya aku merasa sayang padamu. Kau masih begitu muda dan tampan, apalagi jika tanpa parut di wajahmu itu."Ejek Randujalak.
103.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 110 Beses bilang janur ireng
Read
+Library
Giok Langit

Giok Langit

Itulah kewajibannya. “Aku Lu Cang Er, guru mengutusku datang ke sini untuk mengingatkanmu.” “Oh?” Zhu Ren mengangkat sebelah alis. “Katakan, aku mendengarkan.” Cang Er meneguk ludahnya. Entah kenapa dia merasa apa pun yang dikatakan tidak akan membawa hasil baik melihat sikap congkak itu. Namun, kewajiban tetaplah kewajiban. “Perjanjian beberapa tahun lalu bahwa bajak laut pimpinan Zhu Ren hanya akan membajak orang-orang korup dan orang-orang kaya yang tidak mempedulikan orang lain. Sekarang, apa yang kaulakukan?”
103.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 87 Beses bilang janur ireng
Read
+Library
Nisan Retak

Nisan Retak

"Baiklah, tapi kita tidak bisa sembarangan. Kita harus bergerak di bawah radar." Anzar kemudian menghubungi seorang kenalannya, Indra, yang bekerja sebagai mekanik di sebuah bengkel tua di pinggir kota. Indra dikenal sebagai pria yang jago mengotak-atik mobil, tetapi ia juga memiliki koneksi dengan jaringan informasi bawah tanah. Mereka memutuskan untuk bertemu dengannya di bengkel larut malam.
1.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 29 Beses bilang janur ireng
Read
+Library
Sentuhan Adik Sahabatku

Sentuhan Adik Sahabatku

“Selama dari kamu, Sayang.” Jennar menoleh kembali. Menatap wajah itu—lebih muda, iya, tapi matanya menyimpan ketenangan yang membuatnya merasa aman. “Kalau gitu…” katanya pelan, menguji rasa di lidahnya, “aku panggil kamu Ruu.” Birru mengernyit. “Ru? Cuma itu?” Jennar tersenyum miring. “Bukan. Tapi, Ruu...” tambahnya pelan, intonasinya ditarik lembut.
1019.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 589 Beses bilang janur ireng
Read
+Library
Sang Junjungan

Sang Junjungan

Mas Gondo melirik dengan sudut matanya lalu berkata dengan suara datar, "Itu tanda kamu adalah bagian dari kami. Orang-orang terpilih. Sudahlah Di, terima saja dari pada nasibmu berakhir tragis seperti Edo salah satu staf. Dia menolak bergabung. Kepalanya pernah kamu lihat di ruangan di pabrik yang digenggam patung junjungan." "Itu salah satu yang ingin aku tanyakan. Siapa dimaksud junjungan, Mas?" Mas Gondo menarik napas panjang lalu berkata, "Dia salah satu makhluk terkuat di muka bumi. Dewi dari bangsa luar. Memberi kehidupan serta kekayaan bagi pemuja yang mengumpulkan jiwa-jiwa untuk dirinya." "Wanita cantik yang terkadang berwujud berkepala kuda, itukah dia, Mas?"
108.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 297 Beses bilang janur ireng
Read
+Library
Terjerat Gairah Arjuna

Terjerat Gairah Arjuna

Yang hampir kalah pun mengungkit masa lalu soal zaman perjuangan Juna. "Anjir, jangan kenceng-kenceng woi!" Sembari menoleh ke sekitar untuk memastikan tiada orang yang dengar nama pacaranya, Juna mengulurkan tangan hendak membungkam mulut Sena.
109.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 324 Beses bilang janur ireng
Read
+Library
PREV
1234568
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status