Sentuhan Adik Sahabatku
“Selama dari kamu, Sayang.”
Jennar menoleh kembali. Menatap wajah itu—lebih muda, iya, tapi matanya menyimpan ketenangan yang membuatnya merasa aman.
“Kalau gitu…” katanya pelan, menguji rasa di lidahnya, “aku panggil kamu Ruu.”
Birru mengernyit. “Ru? Cuma itu?”
Jennar tersenyum miring. “Bukan. Tapi, Ruu...” tambahnya pelan, intonasinya ditarik lembut.