JATAH SUAMI ONLINE
“Nanti kamu terlambat, Mas,“ lirih Ratih dalam dekapan Damar.
“Andai aku tidak ke Kalimantan sekarang. Malam ini ....“
Ratih menarik diri. Namun, Damar menarik wajah Ratih, mencium luka di dahi, pipi, dan terakhir, mengecup singkat bibirnya. Damar melirik jam di kamar, sudah jam tujuh lewat, perjalanan ke bandara setengah jam, itu artinya, Damar harus berangkat sekarang juga.
Damar mengeluarkan kartu ATM dari dompet, lalu menyerahkannya ke Ratih.
“Kamu pegang ini. Gunakan sesukamu, nomor pin-nya hari ulang tahunmu. Jangan takut memakainya. Kartu hak kamu. Nanti, aku akan mencari orang untuk merenovasi rumah ini.“
“Aku nggak perlu ini, Mas. Uang yang tempo hari kamu transfer pun masih utuh,“
Hot Chapters