Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Nasib Dikelilingi Tetangga Julid

Nasib Dikelilingi Tetangga Julid

"Nggak, Bu! I-ini, Ratih mau... Mau..." "Mau apa?" ketus Bu Tut. "Mau... Interview kerja. Ya... Interview! Hehehe!" Ratih cengengesan. "Interview?" Bu Tut memicingkan matanya. Menetap tajam ke arah Ratih, anaknya. "Kenapa, Bu? Kok, lihatin Ratih kayak gitu?" Ratih canggung di tatap oleh ibunya. "Apa itu interview?" "Hah...!" Ratih sedikit lega. "Interview itu wawancara kerja, Bu! Yang ditanyain itu loh!"
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 161 kali sebagai jawaban interview
Baca
+Pustaka
Stetoskop Hati

Stetoskop Hati

“Saya akan jawab setelah kamu bercerita.” Kenapa dia selalu membuatku penasaran? Sesulit itukah dia menjawab pertanyaanku yang terbilang sederhana itu? Baiklah, Nana diajarkan untuk selalu bersabar dalam menghadapi ujian. Anggap saja ini sebagai ujian hati. Sabar. “Ini interview-nya berbasis formal apa biasa aja?” tanyaku. “Terserah. Mau pakai lo-gue juga boleh,” jawabnya sembari menyandarkan punggungnya.
9.815.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 617 kali sebagai jawaban interview
Tampilkan Ulasan (11)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Baca Semua Ulasan
Eratnya Pelukan Tuan Presdir Malam Itu

Eratnya Pelukan Tuan Presdir Malam Itu

Sambil menahan napas yang hampir tersengal, Acha menjawab tegas, “Maaf, saya rasa pertanyaan ini tidak relevan dengan posisi yang saya lamar.” Ketegangan mengisi ruangan ketika Acha selesai menjawab pertanyaan Elvano. Jari-jari pria itu tertaut santai di atas meja. “Saya menghargai jawabanmu,” ujarnya tenang, seolah pertanyaan barusan adalah hal paling lumrah dalam interview. Elvano mengalihkan pandangan pada berkas di meja, seolah Acha sudah bukan perhatian utamanya lagi.
1031.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 991 kali sebagai jawaban interview
Baca
+Pustaka
DINIKAHI KONGLOMERAT

DINIKAHI KONGLOMERAT

“Hmmm ... satu lagi, apa kriteria orang yang akan menjadi suamimu?” Pertanyaan macam apa lagi ini. Namun namanya bos, bebaslah mau membuat pertanyaan apa. “Kriterianya dia harus seorang lelaki, Pak … saya akan menikah dengan seorang lelaki! Ada lagi?” jawabku sekenanya. Malas juga kelamaan mendapati pertanyaan interview tidak penting ini. “Ok, enough! Please continue, Bu Evita!” Itulah kalimat terakhir yang dia sampaikan. Sepertinya dia langsung mematikan microphonenya. Bu Evita mengambil alih kembali interview. Pertanyaan tentang skill dan technical. Mendetail dan sangat terstruktur.
9.7330.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.6K kali sebagai jawaban interview
Baca
+Pustaka
Pesona Bos Tampan

Pesona Bos Tampan

Entah apa yang nanti akan lelaki itu tanyakan, dia akan menjawab semampunya. Sesi tanya jawab itu berlangsung cukup lama. Hampir satu jam Reza bertanya segala hal. Seperti apa pekerjaan Hani sebelumnya. Alasan mengapa dia kembali bekerja, bahkan mengenai keluarga. Reza memang tidak mau sembarangan memilih karyawan untuk posisi ini, hingga bertanya secara detail. Mungkin juga, dia memang tipe orang seperti itu. "Saya rasa cukup sampai di sini. Hasil interview ini tetap akan saya cc kan ke R&D untuk kemudian akan kami diskusi kan mengenai kelanjutannya."
9.311.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 259 kali sebagai jawaban interview
Baca
+Pustaka
Diam-Diam Jatuh Cinta

Diam-Diam Jatuh Cinta

“Seriously? Cuma segitu doang?” “Iya, Mbak, Cuma segitu doang.” Mbak Zoi terheran-heran waktu kuceritakan mengenai proses interview tadi siang yang sangat-sangat simpel dan to the point. Tidak ada pertanyaan-pertanyaan jebakan seputar etos kerja atau uji nyata bahwa aku memiliki kompetensi. Aku tercengang saat Ariq mengatakan bahwa dia menerimaku di perusahaannya. Tidak ada negosiasi gaji yang alot atau sejenisnya. Malah dia sendiri yang bertanya aku mau digaji berapa.
9.728.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 745 kali sebagai jawaban interview
Baca
+Pustaka
Cinta Seorang Pria

Cinta Seorang Pria

Ghania mengangguk dan mengulas senyumnya sebelum menjawab pertanyaan pria bernama Rubert Jerry itu. "Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih atas undangan wawancara ini. Terlebih dahulu saya mengenalkan diri saya. " Ghania Syaqilla berdiri dari duduknya dan mengambil sikap sempurna.
1011.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 401 kali sebagai jawaban interview
Baca
+Pustaka
Terpaksa Satu Atap

Terpaksa Satu Atap

Jawab Yuana apa adanya. "Tapi Yuan, dulu pas aku wawancara di sana gak ada tuh pertanyaan seperti itu. Paling aku ditanya, 'Kenapa mau bergabung dengan perusahaan, keahlian apa yang dimiliki, berapa gaji yang diinginkan?' Gitu-gitulah..." Jelas Angela sembari mengingat-ingat saat dulu ia interview kerja di sana. "Lha emang dulu yang mewawancarai kamu Pak Kaidan Juga?" Tanya Yuana penasaran.
10741 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai jawaban interview
Baca
+Pustaka
Teman Seranjang

Teman Seranjang

Tegang sih tepatnya. Alice melihat ada sekitar lima orang yang duduk di depan meja yang cukup panjang. Mungkin seperti akan mengadilinya saat skripsi. Alice meneguk salivanya sendiri. "Silahkan duduk, Alice," ucap seorang pria tampan yang sangat memukau Alice. Dengan cukup gugup Alice duduk di kursi yang sudah disediakan. Percakapan untuk interview ini cukup lama, sekitar setengah jam lamanya. Banyak yang ditanyakan kepada Alice mulai dari pengetahuannya di bidang akuntan dan lain-lain. Alice tentu saja bisa menjawab dengan sangat baik.
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 167 kali sebagai jawaban interview
Baca
+Pustaka
JANGAN PERGI BUNDA

JANGAN PERGI BUNDA

tanya kasir yang punya name tag Tuti. “Iya, tadi sudah interview jadi sekalian belanja “, jawabku tanpa di minta bercerita. “Di terima ngga?”. “Alhamdulillah di terima,maaf pak Ricard itu orangnya gimana sih kok kelihatannya serem”,tanyaku lirih. Tuti terkekeh mendengar pertanyaanku.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai jawaban interview
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status