SUAMI YANG SEMPURNA
Aisha berbaring di sebelahku, sambil mencakar-cakar wajahku kemudian terkikik geli.
Tanpa sengaja, aku justru menangis. Meskipun dia bukan anak kandungku, tapi saat melihat mata polos dan teduh itu, aku langsung mendapatkan gambaran kalau dia akan tumbuh menjadi gadis yang cantik seperti rembulan.
Perasaan haru semakin membuncah, ketika Aisha mengucapkan kalimat pertamanya.
"Da, da,da,Nda ...."
Seisi ruangan langsung takjub dan berdecak kagum.