Aku yang dihina Miskin Jadi kaya
Kalau Nur yang dulu mah, hitem, dekil, jelek, sebelas dua belas sama aku.
Ya, aku sadar dulu saat masih miskin Nur tidak kenal yang namannya skin care apalagi pergi ke salon, boro boro, untuk beli beras saja susah.
Pernah dulu aku bertanya pada Nur "dek, kamu kok gak dandan sih? " Tanyaku kala kami masih tinggal dirumah kontrakan.
"Jangankan untuk dandan Mas, tuh gas habis, listrik habis, uang sewa kontrakan juga sebentar lagi harus dibayar, gimana aku mau dandan mas? "
Hot Chapters