DIKIRA MENANTU MISKIN
tanyaku bingung, menunjuk cermin besar sebesar pintu.
“Itu memang pintu, tapi didesain seperti cermin. Ayo, Abang bukakan.” Suamiku beranjak dari kasur dan membuka pintu yang tampak seperti cermin itu.
Ternyata benar, ini adalah kamar mandi. Kamar mandi yang begitu bersih dan nyaman. Rasanya seperti masuk ke negeri dongeng saat berada di sini, saking indahnya.
“Bang, Hanza kan lagi nggak salat,” ujarku saat keluar dari kamar mandi, sedikit malu.