SAYUR KENTANG LIMA RIBU
tanya Rini lagi.
“Ya enggak tahu, tahunya Cuma berdiri terus foto, gitu aja. Kamu cemburu?” tebak Tanto.
“Siapa yang cemburu, dia Cuma anak bau kencur, palingan dia seumuran Bagus,” elak Rini.
“Eits, jangan salah, gadis sekarang seleranya om-om. Katanya yang matang lebih menantang.”
“Wah kayaknya kamu lagi fase puber kedua, deh! Ingat kamu itu udah kakek-kakek, enggak usah macem-macem. Encoknya kambuh baru tahu rasa!”
Hot Chapters