KAMAR KEDUA
ucap Satria.
Sheza mengangkat alis sambil ikut memperhatikan yang dimaksud Satria. “Cakep, sih.”
“Memang,” sahut Satria. “Mirip kamu.”
Sheza diam mendengarkan. “Masa, sih ….”
“Kalau kamu natap orang…” suara Satria melambat sedikit, “…mata kamu tuh romantis.”
Wajah Sheza langsung memanas. “Mass, sih? Masih pagi loh ini.”