Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Zombieing

Zombieing

Deg Mata Bian sontak melotot dan refleks duduk menghadap sumber suara. Tatapan tajam yang menghunus tepat padanya membuat ia meringis. Mati mati. Sepertinya ia akan mendapatkan ceramah panjang lebar setelah ini. *****
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai kasat mata atau kasatmata
Baca
+Pustaka
Sepanas Belaian Chef Jonathan

Sepanas Belaian Chef Jonathan

ucap Cakra dengan suara yang nyaris menghilang. Jonathan melambaikan kedua tangannya di depan muka Cakra, "Kamu bisa lihat tangan saya?" "Saya nggak buta! Pasti saya bisa lihat tangan kamu!" sentak Cakra kesal sambil menepis tangan Jonathan kasar. "Oh saya sangka kamu buta! Nggak cukup kamu lihat saya cium Kaluna kemarin, hah? Atau kamu butuh lebih dari itu?" tantang Jonathan sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.
10130.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.2K kali sebagai kasat mata atau kasatmata
Baca
+Pustaka
Air Mata dan Doa Seorang istri

Air Mata dan Doa Seorang istri

kata Pak Camat dalam sambutan apel pagi. Diana mendengarkan kata-kata yang diucapkan oleh Pak Camat. Bagi dirinya yang baru kerja hari ini belum familiar dengan kata SOP, kalau sop dia tahu, itu gulai sop yang biasa dihidangkan ketika ibunya memasak jika ada pertemuan keluarga,misalnya arisan keluarga, hajatan atau hari raya islam. Ternyata dalam dunia ada sop juga pikirnya tapi bukan sop gulai, melainkan standard dalam bekerja agar baik dan benar sehingga melahirkan pelayanan yang prima bagi masyarakat.
1011.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 264 kali sebagai kasat mata atau kasatmata
Baca
+Pustaka
KASAM (Pulang Untuk Tenang)

KASAM (Pulang Untuk Tenang)

Mata tak pernah benar-benar melihat apa yang terlihat. Ada ruang buta yang membuat cerita menjadi susah dimengerti. Sebuah kisah akan menjadi misteri di kemudian. *** Memasuki ruang tengah, Mala merasakan udara menjadi sangat dingin. Kotanya memang diapit gunung yang tentunya akan terasa dingin. Namun, dingin yang ini berbeda. Seperti udara yang mengikat di situ-situ saja.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai kasat mata atau kasatmata
Baca
+Pustaka
KACAMATA BERDARAH

KACAMATA BERDARAH

KACAMATA BERDARAH Written by David Khanz Part 1 ——————————————————— "Sial!" rutuk seorang lelaki di pinggiran jalan begitu turun dari tunggangan kuda besinya. Dia menatap geram pada ban kempis kendaraan tersebut dengan perasaan kesal. Dengkus pria bernama Rehan itu beberapa kali terdengar, lengkap bersama decak kerucut bibirnya yang hitam di dalam kegelapan.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai kasat mata atau kasatmata
Baca
+Pustaka
Be My Princess Adibrata

Be My Princess Adibrata

sahut pria yang bernama August, nadanya sedikit mendengus ketika menegaskan kata tidak adil. Di balik kedengusannya itu, aku sedikit bersyukur jika dia membela- "Cuci mata merupakan kata lain dari mesum, mereka sulit sekali untuk mengaku, padahal wajahnya sangat jelas terlihat memerah, untung saja cairan merah tak menetes dari hidungnya," lanjut August. Dan baiklah, aku tidak jadi bersyukur serta memujinya, karena dia juga termasuk pria paling menyebalkan malam ini.
1013.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 278 kali sebagai kasat mata atau kasatmata
Baca
+Pustaka
ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM

ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM

“Okay, aku hanya bertanya saja sih. Apa kau mengenal bangsawan mana yang menggunakan kancing ini di baju atau jubahnya begitu?” “Coba saya lihat,” Matteo menerima kancing itu, meniliknya dengan cermat dengan ekspresi berubah-ubah macam londok. Sebetulnya, ia kurang mengerti gambar. Di kepalanya, ia melihat itu cincin berukiran naga, ulat atau cacing.
1025.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 724 kali sebagai kasat mata atau kasatmata
Baca
+Pustaka
Air Mata Suami dan Mertuaku

Air Mata Suami dan Mertuaku

Khawatir istri mudanya itu akan mendorongnya dan membiarkannya tergeletak di lantai. "Alena, kamu mau apa? Jangan macam-macam. M-maafkan Mas, Sayang. Mas hanya terbawa emosi tadi." Ammar semakin cemas. Pikiran-pikiran buruk mengerubungi, seiring tatapan Alena yang kian nyalang padanya. "Jawab pertanyaanku, Mas? Sebenarnya kamu anggap apa aku ini, hah? Istri atau babu?!" Alena memekik. Ia menatap Ammar dengan tatapan tajam berkilat.
5.712.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 311 kali sebagai kasat mata atau kasatmata
Baca
+Pustaka
Impian Keluarga Bahagia

Impian Keluarga Bahagia

Meskipun pihak lain mengenakan kacamata hitam, mereka masih bisa merasakan ketajaman matanya di bawah penutup kacamata hitamnya. "Apakah orang ini Nemesis Nomor Satu—Naga Gading Bermata Putih?" Matthew menarik napasnya dalam-dalam; meskipun dia telah mencoba yang terbaik untuk menahan rasa takut di dalam dirinya, namun seluruh tubuhnya tidak bisa menahan gemetar. "Keempat ini, apakah mereka empat Nemesis asli yang selamat?"
8.81.9M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71.9K kali sebagai kasat mata atau kasatmata
Tampilkan Ulasan (275)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Baca Semua Ulasan
Pernikahan Tak Seindah Status di Media Sosial

Pernikahan Tak Seindah Status di Media Sosial

Mata Gempita membesar memperhatikan pria bersepatu kets hitam yang sekarang tengah berkutat dengan lembaran-lembaran kertas di tangannya. “Mau aku kenalin?” canda Mentari. “Kamu juga ga kenal gimana mau kenalin?” ia kembali menatap Mentari. “Ke mana kalian semalam?” kali ini matanya dipicingkan, penasaran sekaligus usil. “Makan terus pulang.” “Gitu aja?” Gempita tidak percaya. “Emangnya kamu pikir kita mau ke mana?” “Yaaa, ke mana kek, ke tempat yang romantis gitu.”
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai kasat mata atau kasatmata
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status