ENAK, PAK DOSEN!
Dia masih menangkupkan tangan di depan dadanya dengan mulut berkomat-kamit.
“Ya Allah, selamatkan aku dari wanita gila ini! Aku belum kawin, Ya Allah. Mbak Dia enak, sudah pernah ngerasain surga dunia. Sumpah, aku masih perjaka ting ting, Ya Allah. Mbak Diana tidak bisa dibilangin. Dia ngebut seperti ini. Ambil saja nyawanya jika memang terjadi sesuatu dengan kami Ya Allah. Berilah aku kesempatan—”
“Yudha!” bentak Diana. Seketika, ekspresi wajahnya berubah tak bersahabat.
Hot Chapters