Kakakku, Orang Ketiga Dalam Rumah Tanggaku
kataku sambil menghapus air mataku yang ikut menetes.
"Enggak, Num. Kamu enggak pernah merepotkanku. Aku justru senang kalau kamu mau berbagi cerita denganku. Setidaknya kamu tidak sendirian, ada aku yang akan selalu menemanimu. Kita sudah bersama puluhan tahun, sudah begitu kenal karakter masing-masing. Tidak ada yang namanya merepotkan. Tapi saling membantu. Kita ini sudah seperti saudara, bukan hanya teman."
Aku sangat terharu dengan kata-kata Opik. Benar kalau kami bukan hanya berteman, tapi sudah seperti saudara. Seharusnya memang aku menceritakan semua pada Opik.