Melahirkan Keturunan Untuk CEO
“Dari semenjak kamu sakit, aku tau rasanya enggak punya temen. Kamu sendirian, berhanyakan guru privat, aku tau rasanya kesepian. Dan saat kamu temukan teman baru, pastinya kamu bahagia. Hanya saja setelah kecelakaan itu … kamu saat itu hilang ingatan, Za. Kamu bahkan lupa sama aku. Kalau bukan aku yang nunjukin bahwa kita kembar mungkin kamu akan terus bertanya siapa aku?”
“Saat itu, aku benar-benar enggak tau kalau Kaden adalah teman kamu. Bahkan aku sering dibuat tidak mengerti saat Kaden menanyakan seseorang. Dia tidak mengatakan nama kamu, sebab katanya kami sama, kembar, dia tidak bisa membedakannya dalam hal itu. Mungkin … saat itulah kesalah pahaman terjadi.”
Khanza menelan salivanya
Bab Populer