Dimanja Suami Kontrak
“Ya. Kau, Eterna. Kau adalah fenomena terbesar dalam hidupku. Kau bertahan, tidak hanya selamat, tapi juga kembali dengan cahaya yang tak pernah padam. Itu lebih indah daripada aurora yang sedang kau lihat sekarang.”
Lura menutup wajahnya dengan telapak tangan, menahan isak haru. Namun senyum tetap merekah di bibirnya, senyum yang penuh cinta dan rasa syukur. Ia menempelkan wajahnya ke dada Khailas, mendengarkan detak jantung pria itu, detak yang kini menjadi musik paling menenangkan di dunia.
“Terima kasih,” bisiknya lirih, “karena menganggapku seperti itu. Aku tidak pernah berpikir akan disebut fenomena, tapi dari mulutmu… aku percaya.”
Hot Chapters