DIPTA
“Kalau cuma main-main, aku nggak bakal bikin semua ini.”
Aira menatapnya, dagunya sedikit terangkat. Ada rasa kagum, tapi juga deg-degan. “Aku siap… Kak.”
Dipta berdiri di dekat papan tulis. Aira duduk di kursi, catatan terbuka, tangan menggenggam pulpen sedikit kaku. “Pertama… mata”, kata Dipta sambil menunjuk diagram mata di papan.
Dia melangkah lebih dekat, menunjuk langsung ke wajah Aira. “Mata itu… lihat, bagian ini..”, ujarnya sambil menyentuh perlahan kelopak matanya Aira.
ตอนยอดนิยม