KEMANA ENGKAU DIBUANG, BU?
Senyum tipis ia paksakan, meski wajahnya masih basah.
“Kak Wisang… aku senang sekali bisa ketemu lagi. Tapi… aku juga sedih. Karena sebenarnya aku mau minta maaf.”
Wisang mengerutkan kening. “Minta maaf? Untuk apa, Hana?”
Hana menunduk, jemarinya meremas ujung kain gamisnya. Suaranya lirih, bergetar. “Karena… ibu nggak ada di sini. Kalau Kakak datang karena ingin menemuinya, aku… aku juga nggak tahu lagi beliau di mana sekarang. Terakhir ibu tinggal di rumah Kak Hanif. Setelah itu… entah bagaimana, tiba-tiba hilang begitu saja. Nggak ada kabar. Aku sendiri… nggak tahu harus cari ke mana.”
인기 회차