Candu Dekapan Kakak Ipar
Tapi kenapa sekarang sangat mengantuk?
Matanya melirik cepat ke pintu ruangan, memastikan tak ada siapa pun yang lewat.
“Kayaknya Mas Radja gak masuk kerja. Gak mungkin beliau telat, pasti kecapekan juga karena semalem,” gumamnya sambil menghela napas.
“Bisa kali, ya … aku tidur bentar,” bisiknya pada diri sendiri.
Yakin instingnya benar, Djiwa meletakkan kepalanya perlahan di atas meja kerjanya. Tangannya melipat, menjadi bantal darurat.