Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ikhlas

Ikhlas

Awan pov Setelah selesai dengan ritual mandi aku segera mengecek ponsel karna sejak tadi berisik oleh suara notifikasi Mataku melotot sempurna saat melihat grup bisnis yang tengah ramai membicarakan aku dan Ka Edy Pak Arkana Calling 📲 Aku yang tengah sibuk membaca komentar di grup dikagetkan ketika mendapat panggilan dari Pak Arkana "Untuk apa pak arkana telepon malam-malam begini, duh angkat gak ya. Kalo gak diangkat takutnya gak sopan tapi kalo di angkat... duh tau ah" Akhirnya aku memutuskan untuk menjawabnya 📞"Assalamu'alaikum" salamnya 📞"Wa'alaikumsalam" 📞"Sudah sampai?" 📞"Hm sudah" duh kok deg degan gini ya
102.6K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as kesunyian
Read
+Library
Dalam Diamku

Dalam Diamku

Rajasa sempat memuntahkan darah segar dari mulutnya sebelum akhirnya pandanganya benar-benar gelap dan pendengaranya menjadi sunyi, senyap dalam gelap tanpa cahaya dan suara. Rajasa tiba-tiba berada di tempat yang sangat luas namun tak dikenali. Ia melihat-lihat sekitar namun tak ada siapapun, hingga tiba-tiba dari kejauhan ia melihat putrinya Andini mendekatinya. Anehnya wajah Andini tampak normal, tidak nampak seperti anak yang mengalami down syndrom. Anak kecil itu justru sangat cantik mengenakan gaun putih dengan senyuman manis yang meneduhkan hati.
8.545.1K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as kesunyian
Read
+Library
Rahasia yang Tak Kau Ketahui

Rahasia yang Tak Kau Ketahui

Aku menerima kenyataan ini dengan cepat. Erick beberapa kali ingin membahas tentang Arhan denganku, tetapi aku selalu melarang. Mentalku akhirnya pulih. Aku tidak ingin mendengar tentang pembuat onar. Jadi, Erick membahas tentang sanatorium di Negara Darsha, "Lingkungan di sana sangat bagus. Ada chinese food dan western food. Setiap hari ada dokter yang berkunjung, bahkan mereka mengatur tamasya setiap tiga bulan sekali. Nanti kubawa kamu jalan-jalan. Kita bakal main sampai puas."
10.6K viewsCompletedAdded to Library 233 Times as kesunyian
Read
+Library
MENANTI KEPASTIAN

MENANTI KEPASTIAN

Kata kakak senior ada cctv jadi kita jangan sampe ketauan duduk bisa-bisa dipotong gajinya. Tiba-tiba waktu berputar sangat lambat. Dini hampir pingsan. Dia pura-pura ijin ke toilet dan mampir ke mushola. Dia tidur-tiduran beberapa menit. Ah ... rasanya nikmat sekali. Belum juga lima menit tiduran, Ibu security membunyikan pripitannya. Membuat Dini kaget saja. Prit ... prit ... prit ... "Waktu ke toilet sudah habis. Ayo kembali kerja!!!" tegur security wanita itu pada Dini yang sedang asik menggeliat.
104.6K viewsCompletedAdded to Library 129 Times as kesunyian
Read
+Library
Kala Hidup Mengalir dengan Damai

Kala Hidup Mengalir dengan Damai

Matanya terlihat bergetar pelan. Efek obat sudah sepenuhnya bekerja. Tepat pada saat dia sudah tidak mampu bertahan dan kesadarannya mulai kabur, dia melihat Calista berlari ke arahnya. Sebelum dia sempat mengulurkan tangan untuk meraih Calista, pandangannya sudah gelap dan dia sepenuhnya kehilangan kesadaran. Baru saja Kayden pingsan, Aciel dan Vincent yang berekspresi suram juga segera membuka pintu dan berjalan masuk. Mereka pasti sudah mendengar semua ucapan Kayden tadi.
10.4K viewsCompletedAdded to Library 322 Times as kesunyian
Read
+Library
Akhir Dari Segalanya

Akhir Dari Segalanya

Di sini, dirinya hanyalah Celine, seorang rekan kerja asal Makas yang pendiam, tekun dan pekerja keras. Perasaan terlepas dari semua label masa lalu itu memberinya rasa rileks yang belum pernah dirinya rasakan sebelumnya. Dia masih sesekali bermimpi buruk, tentang aula perjamuan yang runtuh, tentang lampu operasi yang dingin, tentang sosok yang pergi begitu tegas. Namun setiap kali terbangun, menatap langit malam di luar jendela, perlahan detak jantungnya kembali tenang.
13.8K viewsCompletedAdded to Library 290 Times as kesunyian
Read
+Library
Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam

gini sudah waktu gadis hobi tidur! Dibalik cueknya Rey ternyata dia punya sisi yang luar biasa, rumahnya bersih dan rapi. Sepertinya dia sangat totalitas di mana saja. Usianya memang lebih dewasa dari Elsa 2 tahun, tapi tidak menyangka dia punya kebiasaan yang luar biasa, dibalik cueknya ternyata terdapat sisi yang tidak bisa diungkapkan. Setelah salat berjamaah, Rey membacakan doa di ubun-ubun istrinya, harusnya tadi malam, ya, tapi karena Elsa ketiduran jadinya gagal total deh. Hahaha ….
1014.4K viewsCompletedAdded to Library 375 Times as kesunyian
Read
+Library
Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!

Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!

Keheningan itu bukan karena takut melainkan karena semua orang tahu, satu kata salah saja bisa menjadi awal dari sesuatu yang jauh lebih buruk. Morvena kembali menatap Dirian. Matanya menyipit, senyumnya samar namun berbahaya. “Bagaimana kalau kenyamanan dan ketenangan ini,” ucapnya perlahan, seolah menanam kata-katanya satu per satu, “hanya bertahan sebentar saja?” Dirian mengeratkan rahangnya, Ia kembali melanjutkan dengan tersenyum. “Dan kau kehilangan semua itu… dalam sekejap, Dirian?”
9.6418.9K viewsCompletedAdded to Library 9.2K Times as kesunyian
Show Reviews (86)
Read
+Library
Raisaa
akhirnya tamat juga Dirian, kakak kakak pembaca engga ngomel lagi ya kapan tamatnya heheheh terimaksih banyak atas dukungan dan perhatiannya untuk cerita ini. sampai jumpa dicerita saya yang lain ya hehehe...
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Read All Reviews
Pagi yang Enggan Kembali

Pagi yang Enggan Kembali

Bukan saja karena khawatir kalau kamar yang baru selesai dibereskan itu mendadak hancur lagi, tapi juga karena kesendirian terkadang membuat hal-hal yang mustahil terjadi bisa dilakukan. Aru menuangkan isi teko ke cangkir yang sudah kandas. Liuk-liuk putih terlihat berlepasan dari permukaan air. Menguap. Ria menerima uluran gelas mungil itu. Lalu dua sisi bahunya sudah mendapat pijatan sebelum mulutnya bergerak memerintah. Di tengah kenyamanan itu, terdengar bel rumah berbunyi. Malas-malas Aru berdiri. “Loh, Kok bisa?!” Nadanya penuh penekanan. Pandangannya seperti diserang keheranan. Aru menagih banyak penjelasan. Ia masih melototi dua orang di depannya.
1.5K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as kesunyian
Read
+Library
Tanpa Restu

Tanpa Restu

Mengapa Yanti begitu cepat melupakan kenangan kami? dan itu semua membuatku tak bisa tidur dengan nyenyak, aku terjaga selama beberapa jam, namun Sekitar pukul 03:30 kantuk menyerang tanpa sadar mataku menutup, entah mengapa diakhir malam tidurku sangat nyenyak sampai-sampai membuatku melewatkan sholat waktu subuh. ***
4.5K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as kesunyian
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status