Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Angin di Antara Kita

Angin di Antara Kita

“Dan aku milih kamu.” ⸻ Hari itu tidak ada deklarasi besar. Tidak ada pelukan dramatis. Tidak ada air mata. Yang ada hanyalah dua orang yang akhirnya berani menghadapi rasa masing-masing. Dan itu justru terasa lebih besar daripada ucapan “aku cinta kamu.” Karena cinta itu bukan cuma soal kata. Tapi soal hadir. Soal memilih. Soal bertahan. Dan mereka akhirnya… memilih. Bersama.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai ketika cinta harus memilih
Baca
+Pustaka
Aku Memilih Mencintaimu

Aku Memilih Mencintaimu

Matanya terbuka lebar saat dia membaca deskripsi yang tertulis. ''aku memiliki seorang kekasih. Dia sangat menyayangi adiknya. Aku ingin menikahi pria yang telah aku kejar selama tiga tahun. Namun, dia menolak semua itu. Aku harap dia bisa membuka hatinya padaku. Setelah kami berpacaran, aku baru mengetahui dia telah menyimpan luka yang begitu berat...''
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai ketika cinta harus memilih
Baca
+Pustaka
Cinta Posesif Mina

Cinta Posesif Mina

"Bersyukurlah kamu, Mina. Bisa memilih pria yang kita cintai itu sebuah anugerah. Semoga akhirnya kamu menikah dengan pria pilihanmu, Mina. "Terus, Kak, gimana tuh rasanya menikah sama orang yang tidak kita cinta?" "Begini, Mina. Cinta itu sebuah pendirian, tapi bukan berarti jika kita merelakannya, cinta kita disebut palsu. Hidup adalah pilihan. Realita atau cinta, yang mana yang kamu pilih adalah yang terbaik." "Setuju, Kak. Memang ada yang ditakdirkan rela menikah dengan orang yang mencintai, dan ada pula orang yang beruntung menikahi orang yang ia cintai."
9.13.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai ketika cinta harus memilih
Baca
+Pustaka
Cinta Di Balik Tanda Tangan

Cinta Di Balik Tanda Tangan

“Dunia tidak sebaik itu.” “Aku tahu,” jawab Aluna. “Justru karena itu, pilihan untuk bertahan jadi berarti.”Ia menarik napas, lalu melanjutkan dengan suara yang lebih pelan, lebih hati-hati seolah kalimat berikutnya juga mengujinya. “Cinta bukan diuji saat segalanya berjalan baik, cinta diuji saat salah satu dari kita jatuh dan yang lain harus memilih pergi, atau berdiri tanpa mengendalikan.”
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai ketika cinta harus memilih
Baca
+Pustaka
Memilih Menjemput Cinta

Memilih Menjemput Cinta

Mataku berkaca-kaca ketika berkata. "Cinta bisa tumbuh setelah terjadi pernikahan," ucap Bunda kemudian. "Jika itu benar, lalu mengapa tidak pernah ada cinta di pernikahan pertamaku, Bunda?" Aku kembali terisak tak sanggup menahan bulir beningku yang semakin mengalir deras membasahi pipiku. Aku menyanggah ucapan Bunda dengan nada kecewa yang begitu kental. Membuat siapapun yang mendengarnya seolah pasrah tidak berani membantah.
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 173 kali sebagai ketika cinta harus memilih
Baca
+Pustaka
BIARKAN AKU PERGI KETIKA DIRIMU MENDUA

BIARKAN AKU PERGI KETIKA DIRIMU MENDUA

Apa aku harus membatasinya? Aku memang mencintainya kini. Tapi, bukankah cinta tak harus memiliki? Jika cinta membuatnya harus memilih dan dia memilih untuk bahagia bersama yang lain, haruskah aku menghalanginya. Aku tahu, cinta seharusnya diperjuangkan. Tapi, jika Mas Bayu enggan untuk berjuang? Dan dia lebih memilih jalannya dengan menutupi hubungannya dengan orang lain, haruskah aku mencari jalan merebutnya kembali?
9.7379.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14.8K kali sebagai ketika cinta harus memilih
Baca
+Pustaka
PELUKAN PANAS SANG PRESDIR

PELUKAN PANAS SANG PRESDIR

Naina tersenyum, “meskipun tahu aku tak bisa berbuat apa-apa. Kecuali Marven yang bilang jika dia mencintaimu. Aku tak akan mengganggu.” Rosana mengepalkan tangannya di balik selimut, “Kau baik. Kenapa kau tak meninggalkan kak Marven saja untukku, aku yakin kak Marven akan memilihku jika kau tak ada.” Naina terdiam sejenak mendengar kata-kata Rosana, tapi senyumnya tak hilang. Ia menarik napas pelan sebelum menjawab dengan tenang, “Mungkin kamu benar… Mungkin kalau aku pergi, dia akan lebih mudah melihatmu. Tapi cinta bukan soal siapa yang tersisa, Rosana. Cinta adalah pilihan, bukan pelarian.”
8.529.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 714 kali sebagai ketika cinta harus memilih
Baca
+Pustaka
Forgotten You

Forgotten You

"Lo pikir gue bercanda, Naz? Kalau pun iya gue bercanda, mungkin sekarang gue bakal ketawa, tapi sekarang gue serius, Sayang. Gue pengin tahu apa lo beneran cinta sama gue atau enggak." Nazmi mengernyitkan dahi. Senyumnya kecut, dengan gelengan kepala yang tak terima. "Apa harus dengan itu, Ka? Kenapa harus melakukan itu untuk membuktikannya?" tanya Nazmi. "Karena lo hanya diberi pilihan itu aja, Naz, jadi, mau atau enggak. Kesimpulan akhir kalau lo datang berarti lo cinta dan kalau lo enggak datang ... berarti enggak cinta. So simple, bukan?"
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 312 kali sebagai ketika cinta harus memilih
Baca
+Pustaka
Malam Pertama Sang Istri Kontrak

Malam Pertama Sang Istri Kontrak

“Dulu aku godain karena aku pengen lihat kamu ketawa. Sekarang aku godain karena aku pengen kamu inget rasanya bahagia.” Mereka terdiam sebentar, menikmati hening yang nyaman. Aisyah menyandarkan kepala di bahu Arga, sementara Arga memeluk bahunya perlahan. “Mas,” katanya pelan, “kamu pernah ngerasa cinta itu bisa habis gak?” Arga menatap langit lama sebelum menjawab. “Kalau cinta itu cuma perasaan, mungkin bisa. Tapi kalau cinta itu pilihan, dia gak bakal habis. Karena setiap hari kita bisa milih untuk tetap sayang, meski gak selalu gampang.” Aisyah menatapnya, matanya berair tapi tersenyum. “Aku suka jawaban itu. Karena aku juga setiap hari masih milih kamu.”
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai ketika cinta harus memilih
Baca
+Pustaka
Insya Allah Ada Jalan, Nak!

Insya Allah Ada Jalan, Nak!

Bukankah kami tidak berada dalam ikatan pernikahan dan sama sekali tidak sedang melangkah ke arah sana? ”Yang bikin Elis bingung,” kata Elis lagi, kali ini matanya seolah menerawang lebat pepohonan yang menaungi danau dan tempat kami duduk, “adalah ketika cinta itu datang di saat yang tak diinginkan. Cinta hadir di waktu yang tidak tepat. Sementara saat itu kita tak bisa menghentikannya, dan tak mungkin melabuhkannya secara halal. Kita menyadari bahwa jalan masih panjang. The show must go on: kuliah harus kelar, lapangan kerja di luar sana pun sudah menanti. Huuffhh.” Elis terlihat begitu resah dengan perasaannya saat ini.
1010.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 359 kali sebagai ketika cinta harus memilih
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status