Istri Pilihan Suami
Di depannya seorang wanita dari masa lalunya yang sangat ia cintainya menatapnya dengan seluruh hatinya dan matanya yang berkaca-kaca, sedangkan di luar kamar ini, ada seseorang yang hatinya sedang kembali patah karena ulahnya.
Kepala Hamish mendadak pusing, bahkan rasanya benda-benda di kamar Aisyah juga berputar, “aku dan Mufti juga membutuhkanmu, mas. Bersikap adillah,” kata Aisyah lagi. Pelan, ia melepas tangannya di lengan Hamish dan membiarkan lelaki itu menentukan sikapnya. Demi menata atinya yang carut marut, Aisyah meraih Mufti di atas tempat tidur dan mendekapnya pelan lalu menciumi wajahnya. Diliriknya Hamish yang memilih duduk di sisi ranjang tempat tidur dan merebahkan kepalanya