Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Wanita Kedua

Wanita Kedua

“Airnya belum matang mungkin atau ini bukan bubuk kopi yang biasanya.” Sasa membelalak tak percaya. “Saya merebusnya langsung di atas kompor bapak kan tidak mau air dispenser, dan saya sudah lebih dari tiga puluh tahun berpengalaman untuk masak air, dan tahu benar bagaimana air yang sudah mendidih mana yang belum. “Mungkin selera bapak kali yag berubah kebanyakan minum dicafe jadi kopi tradisiaonal kayak gini, nggak doyan lagi. Ya sudah saya permisi pak masih banyak pekerjaan.”
1058.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai kopi yang tidak pernah tua
Baca
+Pustaka
Lelaki Pengganti

Lelaki Pengganti

“Ada apa, Tuan? Sepertinya Tuan Rey bingung.” “Iya saya bingung, Soalnya Abang saya baru kali ini mau minum kopi.” Mataku langsung membulat. “Jadi selama ini Tuan Roy, tidak pernah minum kopi?” “Emm,,,, bukan, bukan itu maksud saya, Yon. Dia sedikit trauma dengan kopi.” Aku semakin bingung. “Maksud Tuan?”
108.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 323 kali sebagai kopi yang tidak pernah tua
Baca
+Pustaka
Benih Terlarang Kakak Angkat

Benih Terlarang Kakak Angkat

"Nggak, Nya. Ini aromanya masih khas, kok. Kayak biasa." Mahes mengerutkan alis. "Masa, sih?" Dia cek lagi aroma kopi tersebut. "Kopinya masih bagus, Nya. Lagian itu juga Nyonya baru beli sekitar dua hari yang lalu, mana mungkin kadaluarsa." "Tapi, bisa aja di tokonya sudah kadaluarsa, Mi." Sumi melihat kemasan kopi. "Ini masih satu tahun lagi, Nya."
1011.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 336 kali sebagai kopi yang tidak pernah tua
Baca
+Pustaka
Terpikat Janda Seksi

Terpikat Janda Seksi

Mencari satu yang terbaik. Cukup lama laki-laki itu terdiam. Hingga akhirnya menghela napas panjang. Seperti teringat satu kopi yang menurutnya tak akan pernah tergantikan. Teringat satu kopi yang tak akan pernah ia temukan di tempat lain. “Pernah,” jawab Vero dengan tatap mata kosong. Seperti baru saja terpesona dengan aroma kopi yang masih bisa ia cium. Seperti terpesona dengan keajaiban ciptaan Tuhan yang belum bisa tergantikan hingga hari ini.
9.9107.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai kopi yang tidak pernah tua
Baca
+Pustaka
Dibuang Suami Setelah Menikah

Dibuang Suami Setelah Menikah

Seperti sayur mayur, cengkeh, kopi, dan juga buah cokelat yang telah kering ataupun masih dalam bentuk utuh. "Nenek senang, dia akhirnya datang. Kamu tahu, dia tidak pernah datang lagi setelah dua tahun lalu. Cucu kurang ajar," gerutu Lestari. Dara mendengar apa yang dikatakan oleh wanita tua itu. Sedangkan Aaron justru tersenyum karena neneknya mengumpat dirinya.
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai kopi yang tidak pernah tua
Baca
+Pustaka
Hello, Nanny!

Hello, Nanny!

Heran sekali, kenapa kebanyakan laki-laki suka minum kopi tanpa gula sih? “Pantesan hidup kamu gitu-gitu aja. Selera ngopinya jadul banget,” cibir Kalla. “Heh, apa ada yang salah dari kopi hitam? Asal kamu tau ya, ini tuh tahta tertinggi pecinta kopi .” Wima tak terima, dan melirik kopi yang Kalla pesan. “Kalau yang kamu minum itu, bukan kopi namanya. Tapi cairan susu dan gula.”
1083.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai kopi yang tidak pernah tua
Tampilkan Ulasan (32)
Baca
+Pustaka
Eliyen Author
Bab-bab awalnya nendang banget! Komedinya lucu. Ceritanya warming buat heart-heart yang sedang galau sama hidup. Ini novel recommended banget dibaca sebelum kerja, istirahat kerja, pulang kerja, sebelum tidur. Interaksi Reyga-Kael-Kalla bikin senyum-senyum terus. ,,,^^
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
SENTUH AKU BANG! BERI AKU NAFKAH BATHIN!

SENTUH AKU BANG! BERI AKU NAFKAH BATHIN!

Mama bercerita panjang lebar. Aku bisa membayangkan, betapa nikmatnya rasa kopi gula aren setelah mendengar cerita Mama. “Maya cicipi dulu ya Ma.” aku mengambil gelas. Aku menaruh gelas disamping termos dan membuka krannya. Air berwarna hitam pekat keluar dari keran yang terbuka, kemudia kopi masuk ke dalam gelasku. Aroma khasnya harum mewangi. Aku kembali menelan ludah berkali-kali. Dengan sabar ku kipasi air kopi arenku. Biasanya aku tiup agar cepat dingin, namun disini tidak bisa, Mama selalu marah jika aku meniup air panas atau makanan panas, entah apa alasan dari sikap Mama yang aneh itu. setelah agak dingin aku mencoba menyeruputnya. Enak dan manis, rasanya lebih manis daripada gula.
1012.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 335 kali sebagai kopi yang tidak pernah tua
Baca
+Pustaka
MENDOBRAK KASTA BERMODAL CINTA

MENDOBRAK KASTA BERMODAL CINTA

Dia duduk dengan pikiran yang terombang-ambing, masih memikirkan sebuah cara. “Kopinya satu. Tidak usah pakai gula, karena aku suka yang pahit,” kata Ardi kepada gadis penjual yang masih muda berumur 20 tahun. “Waduh, Mas. Kenapa suka yang pahit? Bukannya yang manis itu lebih enak?” balasan penjual dengan tersenyum sangat cantik. Lesung pipinya membuat Ardi sedikit tersenyum.
1019.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 545 kali sebagai kopi yang tidak pernah tua
Tampilkan Ulasan (31)
Baca
+Pustaka
Inayati Soemoamiprodjo
Saya baca pertama sudah tertarik. author menyajikan kalimat demi kalimat dengan bagus. eh, konflik tidak terduga ada di tiap bab. Padahal awalnya saya kira bakal sama dengan cerita lain gitu2 saja. Ini semakin komplek masalahnya. Sumpah yang terlaksana. Saya akan menunggu author menyelesaikanya
Sari Yu
Ceritanya sangat menarik, kata-katanya sangat indah. Setiap babnya selalu membuat terpana bikin pengen baca kelanjutannya..amazing. Arum berlesum pipit dan pandu tampan..kayak apa ketemuannya lagi..pinisiriiiiin...
Baca Semua Ulasan
Get Me Pregnant

Get Me Pregnant

"Kakek mulai bandel ya?" "Itu cuma kopi susu ...." "Tetep aja kopi. Ada kafeinnya. Kakek gak boleh minum jenis kopi apapun kata dokter," tegas Naya kesal bukan main. Sudah berkali-kali diperingatkan, namun kakeknya itu sangat keras kepala.
11.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 379 kali sebagai kopi yang tidak pernah tua
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status