Selìni
Agak lama lelaki itu menjawab, lalu satu kata singkat meluncur dari bilah bibirnya, "Semoga."
Jawaban itu makin memantik rasa khawatir.
Beberapa waktu kemudian, mereka masuk ke pepohonan pinus. Aromanya tajam membuat kepala Elea pening. Belum lagi udara lembab dan pohonnya tumbuh berdempetan, terasa gerah. Benar-benar daerah jarang dilalui. Tak ada tanda-tanda jika ada yg pernah melintas di sini. Lantaran banyak lumut di bawah mereka, mau tak mau Calum yg memimpin langkah terpaksa melambatkan langkah sehingga Elea melakukan hal serupa. Ia tak bertanya alasannya, menyadari tebalnya lumut meski mengenakan alas kaki dengan sol tebal.
인기 회차